kesal

hari ini 27 juni 2012, Rabu

ada rasa memuncak didada

kekesalan dalam diri semakin beujung

entah kepada siapa ku mengadu

bak angin yang terseok-seok tak menentu arah

hilir mudik mencari jawaban

setiap orang mempunyai kegiatnnya tersendiri

tak kuasa aliran mengalir dipipi

sebagai tanda aku ingin meringankan beban yang ada dihati ini

Ya allah berikanlah hamba kemudahan jalan yang terbaik dan berikanlah kelmbutan hati kepada hamba dan kepada teman-teman hamba

dan berikanlah waktu yang terbaik untuk melaksanakan kegiatan ini…..

Jumlah Ayat Al-Qur’an

Surah:
1-5 ( 7 + 286 + 200 + 176 + 120 ) = 789 ayat
6-10 ( 165 + 206 + 75 + 129 + 109 ) = 684
11-15 ( 123 + 111 + 43 + 52 + 99 ) = 428
16-20 ( 128 + 111 + 110 + 98 + 135 ) = 582
21-25 ( 112 + 78 + 118 + 64 + 77 ) = 449
26-30 ( 227 + 93 + 88 + 69 + 60 ) = 537
31-35 ( 34 + 30 + 73 + 54 + 45 ) = 236
36-40 ( 83 + 182 + 88 + 75 + 85 ) = 513
41-45 ( 54 + 53 + 89 + 59 + 37 ) = 292
46-50 ( 35 + 38 + 29 + 18 + 45 ) = 165
51-55 ( 60 + 49 + 62 + 55 + 78 ) = 304
56-60 ( 96 + 29 + 22 + 24 + 13 ) = 184
61-65 ( 14 + 11 + 11 + 18 + 12 ) = 66
66-70 ( 12 + 30 + 52 + 52 + 44 ) = 190
71-75 ( 28 + 28 + 20 + 56 + 40 ) = 172
76-80 ( 31 + 50 + 40 + 46 + 42 ) = 209
81-85 ( 29 + 19 + 36 + 25 + 22 ) = 131
86-90 ( 17 + 19 + 26 + 30 + 20 ) = 112
91-95 ( 15 + 21 + 11 + 8 + 8 ) = 63
96-100 ( 19 + 5 + 8 + 8 + 11 ) = 51
101-105 ( 11 + 8 + 3 + 9 + 5 ) = 36
106-110 ( 4 + 7 + 3 + 6 + 3 ) = 23
111-114 ( 5 + 4 + 5 + 6 ) = 20
———————————————————–
Jumlah besar = 6,236 ayat

Penggemar Lady Gaga Gelar Aksi di Depan Istana

Palmerah, Wartakotalive.com

Pesan berantai melalui BlackBerry messenger sejak Sabtu (2/6) malam kemarin beredar. Para penggemar penyanyi Lady Gaga akan menggelar aksi di depan Istana Negara. Aksi akan dilakukan Minggu (3/6) pagi.

Pesan berantai itu berbunyi; yang suka Lady Gaga, silakan datan besok, Minggu 3 Juni pukul 09.30 WIB para fans Lady Gaga (Little monster) akan mengadakan aksi Born This Way Lady Gaga di depan Istana Negara Jakarta Pusat. Ayo semua bisa datang dan menari. Gunakan atribut Lady Gaga atau baju hitam. Mohon sebarkan.

Dalam pesan berantai itu, tertulis nama Toyo dengan mencantumkan nomor telepon 0858****. Tribun berusaha mengkonfirmasi kebenaran rencana ini. Namun, nomor yang dimaksud tidak aktif.

Sebelumnya diberitakan, Lady Gaga batal menggelar konsernya di Jakarta. Sedianya, Lady Gaga akan menggelar aksi hari ini, di Stadion Gelora Bung Karno. Namun, karena alasan keamanan, Lady Gaga membatalkannya. Pihak promotor akhirnya mengembalikan semua tiket yang sudah dibeli.

TRIBUNNEWS.com

Nama-Nama Generasi Sahabat hingga Ulama Salaf

GENERASI SAHABAT[1]

  1. Abu Bakar Ash-Shiddiq (wafat 13 H)
  2. ‘Umar bin Khothob (wafat 23 H)
  3. ‘Utsman bin ‘Affan (wafat 34 H)
  4. ‘Ali bin Abi Thalib (wafat 40 H)
  5. Tholhah bin ‘Ubaidillah (wafat 36 H)
  6. Zubair bin Awwam (wafat 36 H)
  7. ‘Abdurrahman bun ‘Auf (wafat 36 H)
  8. Sa’ad bin Abi Waqqosh (wafat 55 H)
  9. Sa’ad bin Zaid (wafat 55/51 H)
  10. Abu ‘Ubaidah ibnul Jarroh (wafat 18 H)
  11. dan lain-lain.

GENERASI TABI’IN[2]

Kabiru Tabi’in[3]

  1. Al-Qomah bin Qois bin Abdullah bin Malik (wafat 61 H)
  2. Masruq bin ‘Ajda ‘Al-Hamdani (wafat 62 H)
  3. ‘Ubaidah bin Amru (wafat 72 H)
  4. Asalam Maula ‘Umar bin Khothob (wafat 80 H)
  5. Ummu Darda (wafat 80 H)
  6. Sa’id bin Musayyid (wafat 94 H)
  7. ‘Urwah bin Zubair (wafat 91 H)
  8. Abu Salamah bin Abdurrahman bin ‘Auf (wafat 94 H)
  9. Abu Bakar Al-Mahzumi (wafat 93 H)
  10. Muthorrif bin ‘Abdillah (wafat 95 H)
  11. dan lain-lain.

Al-Wustho minat Tabi’in

  1. Ibrahim At-Taimi (wafat 92 H)
  2. Ibrahim An-Nakho’I (wafat 96 H)
  3. ‘Ali bin Husain bin ‘ali bin abi Thalib (wafat 42 H)
  4. Sa’ad bin Zubair (wafat 92 H)
  5. Muhammad bin Sirin (wafat 110)
  6. Asy-Sy’bi ‘Amir bin Syurohil (wafat 103 H)
  7. Salim bin ‘Abullah bin ‘Umar bin Khothob (wafat 106 H)
  8. Thowus bin Kaisan (wafat 101 H)
  9. Atha’ bin Yasar al-Hilali (wafat 103 H)
  10. Mujahid bin Jabar (wafat 100 H)
  11. dan lain-lain.

Shighorut Tabi’in

  1. Makhul ad-Dymasyqi (wafat 112 H)
  2. Az-Zuhri (wafat 124 H)
  3. ‘Amru bin Dinar (wafat 125 H)
  4. ‘Umar bin ‘Abdul Azaz (wafat 101 H)
  5. Qatadan bin Da’amah (wafat 117 H)
  6. Hamad bin Abi Sulaiman (wafat 120 H)
  7. Yahya bin Sa’id bin Abi Sa’id (wafat 143 H)
  8. Hisyam bin ‘Urwah bin Zubair bin Awwam (wafat 145 H)
  9. Sholih bin Kaisan (wafat 140 H0
  10. Dhohak bin Muzahir (140 H)
  11. dan lain-lain.

GENERASI TABI’UT TABI’IN

  1. Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit (wafat 150 H)
  2. Abdurrahman Al-Aiza’i bin Amru (wafat 157 H)
  3. malik bin Anas bin Malik (wafat 179 H)
  4. nafi; bin ‘Umar bin ‘Abdullah (wafat 169 H)
  5. Fudhoil bin Iyadh (wafat 167 H)
  6. Sufyan bin ‘Uyainah (wafat 187 H)
  7. Abu Bakar bin Ayyash (wafat 193 H)
  8. ‘Abdullah bin Mubarrok 9wafat 181 H)
  9. Abu Yusuf al-Qadhi (wafat 182 H)
  10. Marwan bin Mu’awiyah (wafat 193 H)
  11. dan lain-lain.

GENERASI ULAMA SALAF

  1. Iman Abu Hanifah (lahir 80 H dan wafat 180 H)
  2. Imam Malik (lahir 93 H dan wafat 179 H)
  3. Imam Syfi’i (lahir 150 H dan wafat 204 H)
  4. Imam Ahmad bin Hanbal (lahir 164 H dan wafat 242 H)
  5. Imam Bukhari (lahir 194 H dan wafat 256 H)
  6. Imam Muslim (lahir 204 H dan wafat 261 H)
  7. Imam Tirmidzi (lahir 210 H dan wafat 279)
  8. Imam Ibnu Mjah (lahir 209 H dan wafat 273 H)
  9. Imam Hakim (lahir 321 H dan wafat 405 H)
  10. Ibnu Jauzi (lahir 510 H dan wafat 576 H)
  11. dan lain-lain.


[1] Abdul Faroj ibnu Jauzi, shifatu ‘sh-Shofwah,Beirut Libanon: Darul Ma’rifah, jilid I.

[2]  Syaikh Jalaludin Abdurrahman bin Abi Bakar As-Suyuti, Thobaqotu ‘I-Huffazh, 1983 M, Beirut Libanon: Darul Qutubil ‘Ilmiyyah, Cet. I.

[3] Menurut sebagian Ulama, pengelompokkan ini (Kabirut Tabi’in, al-Wustha minat Tabi’in,  dan Shigharut Tabi;in) adalah berdasarkan umurnya yang lebih tua, ilmu (hafalannya) lebih banyak, ketenarannya (karena sering disebut) dan pertemuannya yang lebih banyak dengan sahabat.

Ummu Salamah

UMMU SALAMAH

Istri Rosulullah yang Pertama Kali Hijrah ke Madinah  

            Dia  adalah Hindun binti Abu Umayyah bin Al Mughirah Al-Makhzumiyyah yang berasal dari suku Quraisy. Ayahnya adalah seorang pemuka suku Quraisy yang sangat dermawan sehingga ia dijuluki Zaadur Rokbi(pemberi bekal kafilah). Ibunya adalah ‘Atikah binti ‘Amir bin Rabi’ah Al-Kinaniyyah dari bani Faras. Sebelum ia menikah dengan Rosulullah SAW, Ummu Salamah menikah dengan Abu Salamah, setelah wafat Abu Salamah ia di pinang oleh Rosulullah SAW.

Pelajaran dari Kisah Perjalanan Hidup Beliau:

1)      Seorang wanita yang cantik, cerdas, dan mempunyai harga diri yang tinggi. Walaupun ia berparas cantik, tapi ia tak seperti perempuan kebanyakan di zaman jahiliyyah, bahkan ia berakhlak mulia dan cerdas.

2)      Tipe istri yang amanah dan bertanggung jawab. Ia selalu setia, taat dan benar-benar menunaikan apa yang menjadi hak suami atas dirinya. Baik saat suaminya ada maupun suaminya tidak ada di sisinya. Ia tidak menghianati suaminya ketika ia di tinggal hijrah oleh suaminya yaitu Abu Salamah, karena ia di tahan oleh kaumnya saat ia hendak ikut hijrah bersama anak dan suaminya. Baca lebih lanjut

4 golongan laki-laki yang ditarik Masuk ke neraka

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.

1. AyahnyaJika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari Neraka.

2. Suaminya

Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya.

Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.

Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.

3. Saudara Lelakin

ya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.

Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka.
Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.
* * *

Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja di dunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(Surat At Tahrim : 6)

* * *

Sejarah Berdirinya Al-Irsyad Al-Islamiyyah ( Jam’iyat al-Islah al-Islamiyyah )

Al-Irsyad Al-Islamiyyah ( Jam’iyat al-Islah al-Islamiyyah )

Sejarah Berdirinya Al-Irsyad

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah ( Jam’iyat al-Islah al-Islamiyyah ) beridiri pada 6 September 1914 ( 15 Syawwal 1332 H) . tanggal ini mengacu kepada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengesahan di keluarkan oleh pemerintahan pada 11 Agustus 1915. Tokoh sentral nya yaitu seorang ulama besar dari Makkah yang berasal dari Sudan, yaitu Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori. Dia bergabung dengan Jami’at Khair adalah 3 tahun .

Namun ada perbedaan pendapat yang meruncing dan tidak menemukan titik temu yaitu mengenai boleh atau tidaknya seorang wanita syarifah atau syaidah menikah dengan laki-laki yang bukan dari golongan syarif atau syayi. Menurut A. Syurkati pernikahan tersebut sah karena pernikahan dalam Islam tidak menyebutkan persamaan derajat merupakan . Hingga akhirnya Ahmad Surkati mengundurkan diri dan mendirikan madrasah Al-Irsyad seekaligus organisasi Yang menaungi madrasah tersebut.

Tokoh Al-Irsyad

Ahmad Syurkati

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Muhammad Assurkaty Al-Khazrajiy Al-Anshory, ia dilahirkan di Desa Udfu, Jazirah Arqu, Dongula ( Sudan ), 1292 H atau 1857 M. Ayahnya, Muhammad ( merupakan Ulama besar dan merupakan keturunan bani Khazraj dari qabilah al-Jawaabirah, yang berasal dari Zabir Abdullah Al-Anshory, salah seorang sahabat Rasulullah SAW di Madinah dari golongan Anshar.

Soorkati adalah dialek daerah Dunggulah Kuno, yaitu gelar seorang ilmuwan. Soor berarti kitab-kitab yang berbobot dan katti berarti bertumpuk-tumpuk banyak. Ahmad Syurkati dalam usia yang relatif muda sudah menghapal Al-Qur’an

Diantar pengajar beliau adalah syeikh Saleh hamdan Al-Maghriby, Syaikh Muhammad Al-Khayri Al-Maghriby, Syaikh Umar Hamdan Al-Magriby, Syaikh Al-Mubarak Annismat.

Sebelum beliau wafat, beliau mengalami sakit mata, atas saran kawan-kawannya ia memeriksakan matanya kepada seorang dokter, dan ia dirawat dirumah sakit selama sepuluh hari. Selama dirumah sakit beliau ditemani oleh Hasan Saleh Argubi, seorang kapten Arab ketika itu dan ia lulusan dari Al-Irsyad Pekalongan. Beliau wafat pada hari Kamis 16 September 1943 pukul 09.00 WIB.