Sejarah MUhammadiyyah

      ORGANISASI MUHAMMADIYAH

a.      Latar belakag Berdirinya Muhammadiyah

Muhammadiyah, secara etimologis nama Muhammadiyah berasal dari kata “Muhammad”, yaitu nama Rasulullah SAW, dan diberi tambahan ya’ nisbah dan ta’ marbutah yang berarti pengikut Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan secara terminologi berarti gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid, bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Ahmad Dahlan sendiri ingin menekankan bahwa kita ini adalah pengikut Nabi Muhammad SAW.

Sebelum mendirikan Muhammadiyah, Ahmad Dahlan membuat sekolah-sekolahan terlebih dahulu kemudian dia membuat perkumpulan maka tercetuslah Muhammadiyah ini.

pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan dengan 18 November 1912 M.  Namun, baru mendapat pengesahan secara hukum administratif dari pemerintah Hindia-Belanda pada tanggal 22 Agustus 1914 M. Padahal Ahmad Dahlan sudah mengajukan permohonan pengesahan sejak 20 Desember 1912. Surat pengesahan itu tercantum di dalam Gouverenment Besluit No. 81, di antaranya ber-isi bahwa Muhammadiyah hanya di-izinkan di wilayah Yogyakarta saja serta berlaku hanya 29 tahun dan harus diajukan permohonan perpanjangan waktu kembali. Namun, sebelum masa berlakunya habis, Belanda telah terusir dari Indonesia dan digantikan oleh Jepang. Sehingga permohonan izin itu diajukan kembali kepada pemerintah Jepang dengan berbagai syarat yang disepakati.

Adapun alasan didirikannya Muhammadiyah Oleh KH.Ahmad dahlan adalah sebagai berikut:

1)      ummat Islam mulai meninggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam beramal, serta merajalelanya takhayul dan syirik yang mengakibatkan runtuhnya akhlak masyarakat ketika itu.

2)         pendidikan agama yang ada pada waktu itu tidak efisien. Karena Pesantren yang menjadi lembaga pendidikan kalangan bawah pada masa itu dinilai tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

3)         Kemiskinan menimpa rakyat Indonesia.

4)         Semakin giatnya operasi misionaris Katholik dan Protestan sejak awal abad ke-19.

5)         Serta kebanyakan ummat Islam ketika itu hidup dalam kubangan fanatisme yang sempit dan berfikir tradisionalis.

Adapun misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s