Sejarah

         Masa Penjajahan Jepang

a.      Kedatangan Jepang ke Indonesia

Pada tanggal 13 februari 1942, tentara Jepang bersiap menyerang kota Palembang, persiapan dilaksanakan dari pangkalan Militer jepang di Malaysia, dengan kekuatan udara , kekutan angkatan laut, jepang bersiapa menyeraang Palembang yang saat itu masih diduduki oleh Belanda.

Alasan utamnya adalah embargo minyak yang diberlakukan Amerika terhadap jepang  dan Palembang merupakan basis minyak bagi pemerintahan Belanda di Indonesia saat itu, bahkan minyak yang di ambil belanda dari Palembang juga dijual ke Negara-negara eropa termasuk amerika.

Akhirnya jepang dapat menguasai Sungai grong dan Plaju, inilah awal cerita penderitaan warga Sumatera selatan akan kekejaman penjajahan jepang

Hindia belanda pada tanggal 8 maret 1942 menyerah kepada Jepang tanpa syarat.

Pendaratan tentara jepang di jawa dan Sumatera serta pulau-pulau lainnya di Indonesia baru berlaku sesudah jepang berhasil merebut Singapura,, benteng Inggris.

Churchill berkata : “ the fall of Singapura was the disaster and largest capitulation in bristish history. 

Dalam rangka menarik perhatian  rakyat pribumi yang mayoritas penduduk Islam, Jepang sengaja:

  1. Membuka dan mengembangkan bebagai studi penelitian tentang Islam
  2. Menerbitkan majalah tentang islam
  3. Melancarkan agitasi “ jepang sebagai pelindung Islam”
  4. Membangun masjid di Kobeyang peresmian dilakukan secara semarak dengan mengundang tokoh-tokoh dari timur tengah
  5. Mendirikan organisasi umat islam di jepang ( Da’i Nippon Kaikyo Kyokai ) yang diketuai oleh jendral Senjuro Hayashi
  6. Menyelenggarakan komfrensi tentang Islam dengan mengundang tokoh-tokoh luar termasuk Indonesia
  7. Menanamkan sikap anti barat

b.      Masa pendudukan jepang

Pada awalnya umat Islam tertarik juga oleh propaganda-propaganda Jepang karena hasyrat ingin terbebas dari penjajahan belanda. Namun harapan itu lenyap sama sekali setelah beberapa bulan saja berkuasa. Hal ini amat menyakiti hati kaum muslimin, yang mana mereka semua disuruh kirei ( ruku ) kearah Toikio( tempat bersemayam maharaja jepang ).

Salah satu tugas pertama pihak jepang adalah menghentikan revolusi-revolusi yang mengancam akan mengikuti penaklukan mereka. Adapun tujuan utama jepang adalah menyusun dan mengarahkan kembali perekonomian Indonesia dalam rangka menopang upaya perang jepang dan rencana-rencannya bagi dominasi ekonomi jangka panjang terhadap Asia timur dan tenggara.

c.       Perkembangan Dakwah  Islam di Masa kekuasaan Jepang

Dalam menghadapi umat islam, Jepang sebenarnya mempunyai kebijakan politik yang sama dengan Belanda. Hanya dalam awal pendekatannya, Jepang memperlihatkan sikap bersahabat, karena berpendirian bahwa umat islam merupakan power forces dalam menghadapi sekutu.  Latar belakang sejarah umat islam yang anti Imprealisme barat, memiliki kesamaan dengan perang Asia Timur raya. Sikap umat Islam yang demikian itu akan dimanfaatkan oleh pemerintah colonial jepang.

Dengan konteks sejarah dunia yang menuntut dukungan militer kuat jepang mengelola pendidikan di Indonseia pun tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ini. Sehingga dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan dimasa pendidikan Jepang sangat dipengaruhi motif untuk mendukung kemenangan militer peperangan pasifik.

Adapun kebijakan terkait peyebaran Islam dalam bidang pendidikan adalah hal-hal seabagai berikut:

  1. Pondok pesantren sering mendapat kunjungan dan bantuan pemerintahan Jepang
  2. Mengizinkan berdirinya Sekolah Tinggi Islam di Jakarta dibawah asuhan KH. Wahid Hasyim, Kahar Muzakkir dan Bung Hatta.
  3. Diizinkannya Ulama dan pemimpin nasionalis membentuk barisan Tanah Air ( PETA) yang belakangan bakal menjadi cikal bakal TNI di zaman kemerdekaan.
  4. Diizinkan Majelis Islam A’la Indonesia ( MIAMI) terus beroperasi, sekalipun kemudian dibubarkan dan diganti dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia ( MASYUMI) yang menyertakan dua ormas besar Islam, Muhammadiyah, dan NU

Kepercayaan Jepang ini dimanfaatkan oleh umat Islam untuk bangkit memberontak melawan jepang sendiri. Namun, zaman jepang sebenarnya memperlihatkan gambaran buruk mengenai pendidikan bila dibandingkan masa-masa akhir pemerintahan Hindia-Belanda, yang mana dimasa ini jumlah sekolah menurun, jumlah guru menurun, dan angka buta huruf tinggi sekali

d.      Kemunduran Jepang

Menyerahnya Jepang pada bulan Agustus 1945 menandai akhir perang Dunia II. Angkatan Laut kekaisaran Jepang secara efektif sudah tidak ada sejak Agustus 1945, sementara invasi Sekutu ke Jepang hanya tinggal menghitung waktu. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s