Sejarah Berdirinya Al-Irsyad Al-Islamiyyah ( Jam’iyat al-Islah al-Islamiyyah )

Al-Irsyad Al-Islamiyyah ( Jam’iyat al-Islah al-Islamiyyah )

Sejarah Berdirinya Al-Irsyad

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah ( Jam’iyat al-Islah al-Islamiyyah ) beridiri pada 6 September 1914 ( 15 Syawwal 1332 H) . tanggal ini mengacu kepada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengesahan di keluarkan oleh pemerintahan pada 11 Agustus 1915. Tokoh sentral nya yaitu seorang ulama besar dari Makkah yang berasal dari Sudan, yaitu Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori. Dia bergabung dengan Jami’at Khair adalah 3 tahun .

Namun ada perbedaan pendapat yang meruncing dan tidak menemukan titik temu yaitu mengenai boleh atau tidaknya seorang wanita syarifah atau syaidah menikah dengan laki-laki yang bukan dari golongan syarif atau syayi. Menurut A. Syurkati pernikahan tersebut sah karena pernikahan dalam Islam tidak menyebutkan persamaan derajat merupakan . Hingga akhirnya Ahmad Surkati mengundurkan diri dan mendirikan madrasah Al-Irsyad seekaligus organisasi Yang menaungi madrasah tersebut.

Tokoh Al-Irsyad

Ahmad Syurkati

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Muhammad Assurkaty Al-Khazrajiy Al-Anshory, ia dilahirkan di Desa Udfu, Jazirah Arqu, Dongula ( Sudan ), 1292 H atau 1857 M. Ayahnya, Muhammad ( merupakan Ulama besar dan merupakan keturunan bani Khazraj dari qabilah al-Jawaabirah, yang berasal dari Zabir Abdullah Al-Anshory, salah seorang sahabat Rasulullah SAW di Madinah dari golongan Anshar.

Soorkati adalah dialek daerah Dunggulah Kuno, yaitu gelar seorang ilmuwan. Soor berarti kitab-kitab yang berbobot dan katti berarti bertumpuk-tumpuk banyak. Ahmad Syurkati dalam usia yang relatif muda sudah menghapal Al-Qur’an

Diantar pengajar beliau adalah syeikh Saleh hamdan Al-Maghriby, Syaikh Muhammad Al-Khayri Al-Maghriby, Syaikh Umar Hamdan Al-Magriby, Syaikh Al-Mubarak Annismat.

Sebelum beliau wafat, beliau mengalami sakit mata, atas saran kawan-kawannya ia memeriksakan matanya kepada seorang dokter, dan ia dirawat dirumah sakit selama sepuluh hari. Selama dirumah sakit beliau ditemani oleh Hasan Saleh Argubi, seorang kapten Arab ketika itu dan ia lulusan dari Al-Irsyad Pekalongan. Beliau wafat pada hari Kamis 16 September 1943 pukul 09.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s