Actuating ( Penggerakkan ) Majlis Ta’lim

Actuating ( Penggerakkan ) Majlis Ta’lim

Setiap orang yang berakal tidak pernah ragu untuk mengatakan bahwa ketika manusia tetap diam dan tidak bergerak diatas jalan yang benar, maka itu adalah jalan yang akan membawanya pada kehancuran dan kebinasaan

jika kamu berpaling niscaya dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.“ ( QS. Muhammad:38)

Kita bisa mengatakan bahwa manajemen merupakan salah satu faktor paling penting untuk kesusksesan pergerakan.

Pergerakan ( Actuating) Majlis Ta’lim

Actuating dapat diartikan penggerakan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran-sasaran yang diinginkan. Actuating merupakan fungsi manajemen secara lagsung berusaha merealisasaikan keinginan-keinginan organisasi/Majlis Ta’lim, sehingga dalam aktivitasnya senantiasa berhubungan dengan metode orang agar berseedia melakukan tindakan yang diinginkan oleh organisasi tersebut.

Hal-hal yang harus diperhatikan supaya aktivitas actuating ini berhasil.

  1. Pemenuhan kebutuhan pribadi para da’i atau anggota majlis ta‘lim

  2. Pengetahuan tentang tujuan dan persepsi atas tugas-tugas yang dilaksanakan

  3. Pengetahuan tentang cara pencapaian tujuan dan realisasi atas kebutuhan yang mengimbanginya

Dalam upaya mempengaruhi dan memotivasi pada anggota majlis ta’lim disamping memberikan bantuan, pemenuhan kebutuhan penugasan yang jelas dan mendukung pengembangan skill para anggota majlis ta’lim maka perlu diubah dengan teladan, pengalaman-pengalaman, pikirang-pikiran, memotivasi dan kmunikasi yang baik serta penyajian fakta da’wah yang objektiv.

Jadi, Actuating bisa juga diartikan, adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.

Adanya “kesadaran yang tinggi “ sangat penting bagi setiap anggota majlis ta’lim, dengan ini akan membukakan mata dan pintu hati, mendorongnya untuk berkiprah dan berjuang. Kesadaran yang tinggi akan membuat para anggota majlis ta’lim faham akan peran dan tugas serta tanggung jawab yang dipikulnya.

Kesadaran merupakan keistimewaan yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan iman dan kemantapannya dalam jiwa seseorang, dan berkembang sesuai dengan perkembangan kesadaran hati seseorang yang selalu ingat, serta selalu memperhitungkan hari kimat dan berhisab[1]

Adapun langkah-langkah yang harus diambil

  1. Perlu menciptakan suasana yang betul-betul islami disetiap anggota, pergaulan dan tindak-tanduknya harus kepada aturan Allah baik dalam urusan kecil maupun besar.

  2.  Perlu adanya konsep pemikiran yang bertahap, dalam rangka membina kpribadian anggota majlis ta’lim, yakni bercirikan komprehensif, universal, dan realistis.

  3. Konsep akhlak yang dinamis dan benar, sesuai dengan syari’at Allah baik dalam masalah sepele maupun penting.

  4. Perlu menanamkan perasaan “ selalu siap siaga“ terhadap pantauan Allah, Ihsan, yakni merasakan keberadaan dan penglihatan Allah atas dirinya—serta takut akan hisabnya, sehingga sikap ini mendarah daging dan berkembang dalam setiap jiwa

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan (actuating) ini adalah bahwa seorang akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :

a. Merasa yakin akan mampu mengerjakan.

b. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya.

c. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak.

d. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan. Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis, dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Fungsi pengarahan ( Actuating)

Pengarahan merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang
mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya
secara etektit serta efisien dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Di dalam
manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut
manusia juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri.
Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa prinsip
yang dilakukan oleh pimpinan Majlis Ta’lim dalam melakukan pengarahan yaitu :
1. Prinsif mengarah kepada tujuan

2. prinsif keharmonisan dengan tujuan

3.prinsif kesatuan komando

Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut:

1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan,pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenagakerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan

2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan,Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

4. Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya

Pada umumnya pimpinan menginginkan pengarahan kepada bawahan dengan
maksud agar mereka bersedia untuk bekerja sebaik mungkin, dan diharapkan tidak menyimpang dari prinsif-prinsif diatas:

Cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa:

  1. Orientasi merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik.

  2. Perintah merupakan permintaan dari pemimpin kepada orang yang berada dibawahnya untuk melakukan atau mengulangi sauatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu.

  3. Delegasi wewenang dalam pendelgasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahannya.

Refrensi

Alqur’anul Karim dan Terjemahnya

Jurnal Da’wah, Manajemen Da’wah ( Didin Muhidin) 2010,

Fathi Yakan, Yang Berjatuhan dijalan Dakwah, Jakarta: Al-I’tshom, 2007

Muhammad Hasan  Buraighisy, Juru Da’wah Muslimah, Jakarta: Gema Insani Press, 1996

Samsul Munir Amir, Ilmu Da’wah, Jakarta: Amzah, 2009

Shadiq Amin, Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal, Jakarta: Al-Itshom, 2010

Muhammad Firdaus, “Muhammad Bin Abdul Wahab dan Pemikirannya”, Jurnal Da’wah, I, 2, Juni, 1996, hal. 135.

                        – Saleh S. Al-Wohaibi, “Fair Dealings”, Muslim Youth, XVI, 112, 2003, hal. 3


[1] Muhammad Hasan Buraighisy, Juru Da’wah Muslimah, Jakarta: Gema Insani Press, 1996,  hal. 24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s