Wudlu & Tayammum

WUDLU

  • Definisi wudlu

Berwudhu yaitu menggunakan air suci untuk empat anggota tubuh sesuai aturan ( tatacara) yang telah ditentukan syariat.

  • Hukum wudhu

Wudhu diwajibkan berdasarkan Al-qur’an dan sunah.

Allah SWT Berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu sampai dengan siku-siku dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki”

Sabda Rosulullah:

“Tidak diterima shalat salah seorang diantara kamu bila berhadatssampai ia berwudhu”(HR.Bukhari)

  • Keistimewaan wudlu

Dari abu hurairah Ra,ia berkata,”Rasulullah Saw,bersabda kepada bilal ketika hendak shalat subuh,

”Wahai Bilal ,ceritakan kepadaku tentang perbuatan istimewa yang telah kamu kerjakan dalam islam,karena aku mendengar kedua terompahmu didepanku saat disurga.”Bilal menjawab,”Aku tidak melakukan perbuatan yang istimewa dalam islam.Hanya saja ,aku bersuci saat malam atau siang, lalu aku mengerjakan shalat sebanyak  yang aku disa dengan bersuci tersebut.”[1]

  • Rukun wudlu

Niat,yaitu menyengaja dengan hati untuk wudhu dan niat itu sendiri letaknya dalam hati,sebagai mana dalam sabda Rasulullah Saw.

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat,dan setia orang mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.[2]

Membasuh muka, termasuk juga berkumur dan memasukan air kedalam hidung(istinsyaq).Sebagaimana firman Allah Swt.

“…maka basuhlah mukamu…”(Al-ma’idah[5]:6)

Membasuh tangan sampai ke siku.Sebagaimana firman Allah Swt.

“…dan sapulah taganmu sampai kesiku”(Al-ma’idah[5]:6)

Mengusap kepala,termasuk dua telinga.Sebagaimana firman Allah Swt.

“…dan sapulah kepalamu…”(Al-ma’idah[5]:6)

Membasuh kedua kaki sampai ke mata kaki.Sebagaimana firman Allah Swt.

“…dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki” (Al-ma’idah[5]:6)

-Tertib,yakni berurutan antara anggota tubuh yang telah disebutkan di atas,sesuai yang dituturkan Al-quran.

  • Sunnah -sunnah  wudlu.
  1.        Membaca bismillah
  2.        Bersiwak
  3.         Membasuh kedua telapak tangan(sebanyak 3x)
  4.         Berkumur-kumur,kemudian istinsaq sebelum membasuh wajah.
  5.         Memulai dengan anggota tubuh bagian kanan.
  6.         Membasuh sebanyak dua-tiga kali.
  7.        Menyela-nyela jenggot dengan air./
  8.        Berdo’a setelah wudhu.
  • Hal-hal yang membatal wudhu.

         -Ada yang keluar dari dua lubang (qubul dan dubur),baik air seni, mazi ,wadi ,kotoran,dan kentut.

         -Tidur yang lelap sambil berbaring.

         -Memegang zakar dengan telapak tangan.

            Allah Swt berfirman: ”Siapa yang menyentuh zakarnya,janganlah iaShalat sampai ia berwudhu”.(HR.Tirmizi,hadis sahih)

         -Hilang akal dan hilang perasaan karena mabuk atau gila.

         -Murtad, misalnya seseorang mengucapkan kata –kata kufur. Maka batal wudhunya dan batal pula seluruh amal ibadahnya.

Allah Swt  berfirman:

         “…Jika  kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalanmu…”(Az-zumar[39]:65)

  • Sifat wudhu Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam.

         Dari Humran budak Utsman, dia melihat Utsman bin Affan ra, meminta sebuah bejana. Maka dia menuangkan kepada kedua telapak tangannya 3 kali lalu mencucinya, kemudian memasukan telapak tanga kanan ke dalam bejana lalu berkumur dan mengeluarkan airnya.kemudia membasuh muka 3 kali, dan kedua tangannya sampai siku 3 kali,  mengsap kepala, lalu membasuh kedua kakinya sampai mata kaki 3 kali.Kemudian dia berkata,Rasulullah Saw, bersabda:

          “Siapa yang berwudhu seperti [cara] wudhu ku ini, kemudian shalat dua rakaat dengan khusyu’ ,maka dosa-dosa  yang telah lalu terampuni”.[3]

TAYAMMUM

  • Definisi Tayammum

Tayammum adalah memukulkan kedua  tangan ke tanah yang suci dengan niat sahnya [melakukan]  shalat dan lainnya.

  1. Tayammum termasuk ciri khas umat islam sebagai pengganti air.
  2. Tayammum disyariatkan bagi yang berhadats besar maupun kecil saat berhalangan menggunakan air. Baik karena tidak ada air, bahaya menggunakannya, atau karena tidak menggunakannya . firman  Allah SAW dalam Q.s Al-Maidah : 6 .
  3. Boleh tayammum dengan menggunakan apa saja yang berada di permukaan bumi dari benda-benda suci, seperti : tanah, pasir, batu, tanah basah maupun tanah kering.
  • Tata Cara Tayammum

Berniat kemudian memukul tanah sekali dengan telapak tangan, lalu mengusapkan ke muka lantas ke dua telapak tangan .  Punggung telapak tangan kanan diusap dengan bagian dalam telapak tangan kiri, dan sebaliknya punggun telapak tangan kiri diusap dengan bagian dalam telapak tangan kanan .

  • Hal-hal Yang Diwajibkan ketika Tayammum
  1. Niat, Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya semua amal perbuatan itu harus dengan niat, dan setiap orang itu tergantung pada niatnya.” (HR. Al-Bukhari).

        2.  Dengan tanah yang suci.  Allah Swtberfirman: “Maka bertayammumlah kalian dengan tanah yang suci.” (QS. An-  Nisa:43).

       3. Sekali sentuh, maksudnya meletakkan kedua tangannya di atas tanah.

     4. Mengusap wajah, dan kedua telapak tangan, Allah Swt berfirman: “Maka sapulah muka kalian dan tangan kalian.” (An-Nisa’: 43).

  • Hal-hal Yang Disunnahkan ketika Tayammum
  1. Mengucapkan basmallah.
  2. Menyentuh tanah dua kali.
  3. Mengusap kedua lengan ketika mengusap kedua telapak tangan.
  • Hal-hal Yang Membatalkan Tayammum
  1. Dengan apa saja yang membatalkan wudlu, karena tayammum adalah pengganti  wudlu.
  2. Adanya air bagi orang yang tadinya tidak menemukannya sebelum mengerjakan shalat, atau di tengah-tengah mengerjakan shalat. Jika ia menemukan air setelah shalat, maka shalatnya sah dan tidak perlu mengulangi shalatnya, karena Rasulullah Saw, bersabda,

“ Jangan kalian shalat dua kali dalam satu hari.” (Diriwayatkan An-Nasai, Abu Daud, Ahmad, dan Ibnu Hibban. Hadits ini di-shahih-kan Ibnu As-Sakkan).

  •  Hal-hal Yang Bisa Dikerjakan dengan Tayammum

     Dengan tayammun, maka apa saja yang tadinya dilarang dikerjakan menjadi boleh dikerjakan   seperti:  shalat, thawaf, menyentuh Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an, dan memasuki masjid.

  • Hal yang dilakukan orang yang bertayammum saat mendapatkan air

Dari Abu Said Al-khudri ra, ia berkata, “Dua orang berpergian, sehingga tiba waktu shalat . Sedangkan mereka tidak memiliki air, lalu keduanya bertayammum dengan debu suci dan shalat. Kemudian mereka mendapatkan air pada waktu shalat, sehingga salah satu dari keduanya berwudhu, dan mengulangi shalat, sedangkan yang lainnya tidak mengulangi shalat . Lalu keduanya mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakannya . Maka Nabi SAW, bersbda kepada orang yang tidak mengulang shalatnya,

“Engkau sesuai sunnah dan shalatmu cukup (sah) .” Kemudian Beliau bersabda kepada orang yang berwudhu dan mengulang shalatnya, “Engkau mempunyai pahala dua kali lipat .” (H.R Abu Daud)

Daftar Referensi

v  ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Panduab Fiqih Lengkap, Pustaa Ibnu Katsir,Bogor, 1428 H /2007 M.

v  Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dkk, Fatwa-fatwa Terkini, Darul Haq, Jakarta, 1425 H /2004 M.

v  Syeikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri, Ensiklopedi Islam Al-Kamil, Darus Sunnah Prees, 2007.

Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri, Pedoman 


[1] Dikeluar oleh muslim no.(258)

[2] Muttafaq ‘Alaih,oleh bukhari no.(1)lafad ini baginya,dan Muslim no.(1907)

Muttafakun ‘Alaih,oleh Bukhari no.(159) lafazh ini baginya dan Muslim no.(226).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s