Urgensi sholat dalam Penyucian Jiwa

 Allah Ta'ala berfirman:
 "Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan se sungguhnya merugilah orang yang mengotorinya"(Asy-Syam:9-10 ).
 A. Shalat 
 a. Definisi Shalat
 Secara arti etimologis, shalat adalah do'a, sebagaimana firman Allah SWT( At-Taubah:103)[1]
Sedangkan menurut syari'at adalah perbuatan yang diajarkan oleh syara' dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan memberi salam
  b. keutamaan dan kedudukannya 
Shalat dalam islam mempunyai keutamaan dan kedudukan yang sangat penting terlihat dari pernyataan yang terdapat pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, yang antara lain sebagai berikut:
  1. Shalat dinilai sebagai tiang agama (sunnah Nabi).
  2. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang diwajibkan di langit tertinggi    pada malam isro' mi'raj.
  3. Shalat merupakan wasiat terakhir Nabi Muhammad SAW.
  4. Shalat merupakan ciri penting dari orang yang taqwa. Sebagaimana firman Allah SWT dalam (Q.S Al-baqarah:3).
  5. Shalat merupakan kewajiban universal, yang telah diwajibkan kepada Nabi-Nabi sebelum Nabi muhammad SAW.
  6. Shalat merupakan ciri dari orang  yang berbahagia. Sebagaiman firman Allah dalam (QS. Al-Mu'minun:1-2).
  7. Shalat merupakan peeranan untuk menjauhkan diri dari pekerjaan jahat dan munkar. Ssebagaimana firman Allah Ta'ala (QS. Al- Ankabut: 45).
  8. Shalat merupakan rukun islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat.
  9. Shalat adalahh ibadah yang disyari'atkan azan baginya dan dilaksanakan di Masjid.
  10. Shalat juga merupakan satu-satunya ibadah yang bebannya tidak dapat digugurkan baik bagi yang menetap maupun yang dalam perjalanan, yang kaya maupun yang miskin, yang sehat maupun yang sakit, yang dalam kondisi aman maupun dalam kondisi ketakutan.
b. Dua Syarat Wajib agar Shalat Bisa berperan dalm Penyucian Jiwa
1. menyempurnakan Shalat,
melaksanakannya dengan seksama, memelihara dan  tidak meremehkannya, serta menunaikan sebagaimana dengan keikhlasan dan mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah. Firman Allah Ta'ala:
 Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,.  Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,” (Q.S Al-Ma'arij: 19 – 23)
Kemudian Allah SWT berfirman:
 ” Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan.” (QS. Al-Ma'arij: 34 – 35)
Sifat orang mukmiin yang paling utama adalah kontinyu melaksanakan shalat. Setelah itu ditutup dengan menyebut: kembali menjaga shalat.
Menjaga Shalat meliputi beberapa perkara, diantaranya: menunaikannya dengan syari'at, menjalankan hukum-hukumnya, dan tidak mendahului imam. Termasuk juga menjaga shalat melaksanakannya di awal waktu, tidak lalai atau menganggapnya enteng. Allah Ta'ala berfirman:
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” ,(QS. Al-Maa'uun:4-5)
Imam ibn al –Qayyim pernah menyinggung psikologis orang –orang yang malas melaksanakan shalat ini. Katanya, 'perhatikan sebuah sabda Rasulullah SAW, Istirahatkan (rileks kan) kami degan shalat'. Beliau tidak mengatakan 'istirahatkan kami dari shalat'. seperti yang dikatakan oleh orang yang merasa terpaksa dan terbebani melaksanakan shalat.
Allah juga telah menggambarkan kondisi orang-orang munafik saat menunaikan shalat, yang berpura-pura menampakkan keislaman mereka. Allah SWT berfirman
”  Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya(dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa:142)
Sangat disayangkan, sebagaimana kaum muslimin bermalas-malasan melaksanakan shalat. Ia seperti lupa sabda Rasulullah SAW yang bunyinya,
"Barangsiapa melewatkan shalatnya, maka seakan-akan ia kehilangan keluarga dan hartanya." (  HR. Ibn Hibban)
 
2. khusyu' di Dalam Shalat
            Roh shalat adalah khusyu', penghayatan (tadabbur), dan menghadirkan hati. Shalat tanpa khusyu' seperti tubuh tanpa roh. Dan tidak ada keberuntungan  bagi seorang muslim, kecuali dengan khusyu' dalam sholat. Sebagaimana firman Allah SWT:
ô‰s% yxn=øùr& tbqãZÏB÷sßJø9$# ÇÊÈ tûïÏ%©!$# öNèd ’Îû öNÍkÍEŸx|¹ tbqãèϱ»yz ÇËÈ 
” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,  (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,”(QS. Al-Mu'minun:1-2)
            Khusyu' menurut bahasa[2], khusyu' dalam bahasa Arab ialah al-inkhifaadh (merendah) adz-dzull (tunduk) as-sukuun( tenang). Sebagaimana firman Allah SWT dalam (QS. At-Thahaa: 108)
            Imam ibn Athiyyah mendefinisikan khusyu' yaitu:
            Kondisi jiwa yang nampak pada anggota tubuh berupa diam (ketenangan ) dan merndahkan hati."[3]
            Imam al- Ghazali menjelaskan kedudukan khusyu' dan hadirnya hati dalam shalat itu. Beliau berkata" Sungguh, menghadirkan hati adalah roh shalat. Minimal roh terkecil adalah menghadirkan hati di saat takbir. Kurang dari itu celaka. Tambahannya lagi adalah dengan memberi roh pada tiap-tiap bagian shalat. Betapa banyak benda hidup tak bergerak yang mirip bangkai ? Shalat seseorang yang lalai dalam keseluruhannya, kecuali pada takbirnya, adalh laksana benda hidup yang tak bergerak.[4]
            Ada dua jalan untuk bisa meraih tingkatan khusyu' dalam shalat
Pertama, melalui terapi dengan latihan secara partikal
Kedua , dipeoleh ebagai hasil dari penyucian jiwa
            Untuk menyembuhkan sifat lalai dalam shalat, ada beberapa faktor utama yang harus diterpkan untuk mengatasi kelalaian dan meraih shalat khusyu'
  1. Senantiasa menyadari pentingnya Sholat.
Rasakan bahwa shalat adalah hubungan antara hamba dan Rabbnya, media bermunajat kepada Al-Kholiq, pemenuhan terhadap perintah-Nya, kebahagiaan jiwa seorang muslim, penghapus segala keburukan, pengangkat derajat, penghalang dari perbuatan maksiat dan penghormatan bagi hamba.
2. menolak bisikan hati
Usahakan sekeras mungkin anda tidak menyibukan diri dengan berbagai urusan yang bisa memunculkan bisikan –bisikan dan memecahkan konsentrasi pikiran; menjauhkan segala hal yang mengganggu shalat
Dari 'Aisyah ra berkata, " Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang menoleh ( iltifat) saat sholat. Maka Rasulullah SAW bersabda:
هو اختلاس يخثلسه الشيطا ن من صلاة العبد
" itu adalah pencurian yang dengannya setan mencuri shalat seorang hamba")HR. Buhkari, Abu Dawud, dan An- Nasai’)[5]
Dari Abu Al-Ghiffari r.a  bahwa Nabi SAW bersabda:
" tidak henti-hentinya Allah memperhatikan hamba saat ia sedang shalat, selagi Dia berpalin darinya.")HR.  Abu Dawud)
Maka agar kita bisa berkonsenterasi penuh dalam shalat, kita harus bisa menjauhi sebab – sebab datangnya gangguan eksternal, seperti kesedihan, kesibukan duniawi, dan yang serupa itu.
Pangkal kekhusyu'an adalah  kelumbutan hati, kelunakannya, keheningan, dan ketundukannya.
3. Merenungkan ayat-ayat yang dibaca dalam shalat, serta memikirkan makna-maknanya
Allah Ta'ala berfirman dalam (QS. Al- Maryam:58)
Jelaslah bahwa upaya jiwa untuk memikirkan dan merenungkan ayat-ayat al-Qur'anul karima adalah fondasi utama dalam pemasalahan khusyu'.
4. Meyakini bahwa ibadah shalat kita akan ditanyai di hari kiamat
Perasaan itu akan membuat kita tidak maini-main dalam menunaikan shalat,
Firman Allah ta'ala:
( Qs. Al- Baqarah: 45-46)
Melaksanakan shalat sulit dan berat, kecuali bagi orang –orang yang khusyu’dan tunduk kepada Allah SWT, yang membenarkan janji dan ancaman Allah SWT.tiap akan melaksanakan shalat, terlintas pada diri mereka bahwa boleh jadi inilah shalat terakhirnya sebelum kematian menjemput, hingga bertambah khusyu’nya.
Rasulullah SAW bersabda:
“laksanakanlah shalatmu, seakan-akan engkau akan berpisah.”(HR. Ibn Majah dan Ahmad)
Sesuai kadar kekhusyu’an dalam shalat, maka dada akan menjadi lapang, dan jiwa menjadi tenang . Shalat tersebut akan mewujudkan hasil-hasilnya dan memberikan pahala bagi seorang hamba, serta akan memposisikan pada kedudukan yang agung di sisi Allah Ta’ala.
Namun saat hati mengeras dan sibuk dengan urusan-urusan dunia, dan rasa takut kepada Allah SWT hilang dari dirinya, maka shalat tidak akan memilki roh
Dalam (QS.Az-Zumar:22)
Allah Ta’ala juga mengajak hamba-hamba-Nya agar khusyu’ hatinya, dan melarang mereka menjadi seperti orang-orang yang panjang umur namun keras hatinya. Firman Allah Ta’ala dalam (QS. Al-Hadid:16)
   c. Urgensi Shalat dan Pengaruhnya dalam Penyucian Jiwa
1. Mematuhi Perintah Allah dan Menunjukkan penghambaan Diri kepada-Nya
Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang beriman yang mau merespon positif perintahnya. Firman Allah Ta’ala dalam (QS.Asy-Syuura:38)
Penghambaan yang benar kepada Allah itu tidak akan terwujud bilamana orang itu menunjukkan orientasi yang benar kepadaNya secara ikhlas. Firman Allah dalam (QS. Al-An’am:162-163)
Saat seorang hamba berada dihadaapan Tuhannya(sholat) dalam kondisi penghambaan, tunduk dan merendahkan diri. Tidak melirik kekiri dan kekanan. Menghadapkan diris sepenuhnya kepada Tuhannya.
Tiap gerakan di dalam  shalat merupakan gerak penghambaan yang memiliki pengaruh di dalam jiwa. Bila membaca surat Al-Fatihah dengan penuh perenungan, seorang hamba akan merasakan penghambaan kepada Tuhan. Saat membaca “Alhamdulillaahi Rabbil’Aalamin”, maka menetapakn bahwa Allah lah’ yang maha sempurna. Demikian juga saat membaca ‘Iyyaa ka Na’budu wa iyyaaka Nasta’iin” kalimat terseebut nerupakan penetapan tauihd, dan bahwa permintaan tolong hanya kepada Allah semata. Lalu membaca, “ihdinash shiraathal mustaqiim” ini adalah ikrar seorang hamba bahwa ia membutuhkan hidayah dan ketetapan di jalan yang benar.
Semakin tunduk dan khusyu’ kepada tuhannyadi dalam sujud, semakin ia bertambah dekat kepadaNya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
(QS. Al-‘Alaq:19)
Dan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Saat-saat seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdo’a(diwaktu sujud).”(HR Muslim)
  1. Bisiikan Seorang Hamba Kepada Tuhannya
Shalat membentuk hati menjadi kuat dan jiwa merasa teguh dan tenang. Inilah mi’rajj spritual yang dengannya jiwa seorang muslim membumbung tinggi.
Inilah yang disebutkan dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda:
“ Sebenarnya keadaan seorang mukmin di saat itu adalah sedang berbisik kepada Tuhannya.” (HR. Bukhari)
Kita mengamati sebuah fenomena munajat dalam riwayat muslim dari Abu Khuroiroh ra, ia berkata;
“ Allah Ta’ala berfirman, Aku membagi sholat anatara Aku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku yang dimintanya.
Jika hamba- Ku berkata,
الحمد لله رب العلمين
Maka Aku (Allah ) berrkata, Hamba-ku memujiku.’
Jika ia berkata: 
الر حمن الر حيم
Maka Allah berkata: ‘hamba-Ku menyanjungku’
ملك يو م الدين
Allah berkata:’Hamba-Ku mengagعngkan-Ku’
إيا ك نعبد و إ يا ك نستعين
Maka Allah berkata:’ ini antara Aku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku yang dimintany.’(HR. Muslim)
اهد ن الصرا ط ا لمستقيم    صرا ط الذين انعمت عليهم غير المغضو ب عليهم ولا الضّا لين
Maka Allah berkata, yang ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang dimintanya’.”(HR. Muslim)
Imam Ibn al-Qayyim mengatakan:
“ sudah sepantasnya-lah bagi prang yang shalat agar berhenti sebentar pada tiap ayat di surat al-fatihah, menunggu jawaban dari tuhanNya baginya, seakan-akan ia mendengarNya.”---
  1. Ketenangaan dan kenyamanan jiwa
Shalat yang benar merupakan penolong yang sangat mujarab bagi manusia yang sedanh sedih dan gundah gulana akibat beban hidup dan musibah yang menimpanya. Dalam (QS. Al-Baqarah :153)
Dari hudzaifah bin Yaman r.a mengatakan,”Jika rasulullah mengalami kesusahan, beliau melakukan shalat”9HR. Ahmad ---
  1. Mencegah diri berbuat Maksiat
Firman Allah SWT dalam (Al-Ankabut:45)
Ibadah shalat menempati kedudukan yang tinggi dalam menyembuhkan penyakit-penykit jiwa, membersihkan dari aib-aibnya,
Akan tetapi, dewasa ini, fakta kebanyakan kaum muslimin terkait dengan shalat benar-benar bertolak belakang. Sebab, sholat hanya dikerjakan dengan fisiknya saja, tidak dengan jiwa. Sampai-sampai ada oranh yang membuat keragu-raguan tentang pengaruh dan buah yang dihasilkna dari shalat, karena ia jarang sekali melihat potret nata yang dihasilkan oleh shalat[6]
  1. Sholat menghapus dosa dan mengangkat derajat
Seorang mukmin tidak lepas dari kealpaan dan kelalaian yang menyebabkan berbuat maksiat kepada Robbnya. Di antara kasih sayang Allah terrhadap hamba-hambaNya adalah dia menjadikan amal sholih sebagai penghpus keburukan –keburukan dan pengangkatan derajat, khususnya sholat dan hal –hal yang terkait dengannya, seperti: wudlu, berjalan kemesjid, dzikir, dan tasbih. Dalam (QS.Hud:114)
Tidak diragukan bahwa seorang muslim yang bersih dari dosa, serta meraih pahala berlipat ganda dan tambahan derajat lantaran selalu memelihara sholat pasti naik pada maqam yang dekat dengan Allah SWT.
  1. Sholat adalah latihan peraktis mujahadah (jihad melawan hawa nafsu)
Yaitu dengan menjaga sholat- sholat wajibnya dan memperbanyak sholat-sholat sunnah, bersemangat pergi kemasjid lebih awal, menyempurnakna wudlu walau dalam keadaan yang tidak disukai.
Abu hurrairah r.a menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“ Maukah kalian tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan kesalahan dan mengangkat derajat?mereka menjawab ‘mau ya Rasulullah”beliau bersabda,”menyempurnakan wudlu sampai melebihi batas minimal yang diwajibkan, dan banyak melangkah ke masjid, serta menunggu shalat setelah shalat. Berrarti kalian telah mengikatkan diri kalian .”(HR. Muslim)
  1. Membersihkan jiwa dari Sifat Egois dan Dendam
Shalat dalam hal keistimewaannya apabila dikerjakan secara sempurna bisa menanamkan dalam diri pelakunya kerendahan penghambaan kepada Allah semata. Dan kemulian mukminn yang dekat dengan tuhannya. Sehingga, ia tidak akan berrsikap sombong pada muslim yang lain;dan tidak pula mendendam kepada orang lain, karena ia merrasa cukup dengan bersama Allah Ta’ala
Shalat berjamaah dimasjid memiliki tujuandan hikmah yang besar, yaitu agar terrjadi saling kenal mengenal dan saling mengasihi diantaraanggota komunitas disekitar mesjid itu.
Kesimpulan
Sholat mampu memainkan perannya dalam menyucikan dan membersihkan jiwa. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Malik al-Asy’ari yang bunyinya:”shalat itu cahaya(nur)
Shalat adalah cahaya yang menerangi jalan hidayah bagi pelakunya; menghalanginya dari berbagai kemksiatan; dan membimbingnya menujju amal sholeh.
Sholat adalah cahaya dalam hatinya, karena manisnya keimanan dan lezatnya berrmunajat kepada rabb yang ia rasakan.
Sholat adalah cahaya yang memancarkan pada wajah orang yang menegakkannya didunia. Akan bersinar cahaya wajahnya, dan berbeda dengan orang –orang yang meninggalkannya.
Sholat adalah cahaya dihari kiamat[7]
Firman Allah SWT :
(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (Dikatakan kepada meraka): "Pada hari Ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar".(QS. Al-Hadiid:12) 
Daftar Pustaka
  • Al -  Hilali Salim bin ‘ied, Al-khusyuu’, Bogor: Pustaka Ibnu Katsir, 2007
  • Al – Khalafi abdul ‘azhim bin Badawi, Al-Wajiz,  Bogor: Pustaka Ibnu Katsir, 2007
  • Karzon Ahmad Anas,  Tazkiyatun Nafs, Jakarta: Akbar Media, 2010
  • Karzun Ahmad Anas, Syifa,un Nafs wa ghidzur Ruh, 2008
  • Uwaidah Syaikh Kamil Muhammad, Al- Jami’ Fii Fiqhi An-Nisa, Jakarta: Pustaka Al- Kautsar, 2010
 

[1]Uwaidah Syaikh Kamil Muhammad, Al- Jami’ Fii Fiqhi An-Nisa, Terj, Abdul Ghoffar, Jakarta: Pustaka Al- Kautsar, 2010 Hal. 114, Cet.XXXII

 

[2]Salim bin ‘Ied  al – Hilali, Al- Khusyuu’, Terj. Ahmad Syaikhu, Bogor: Pustaka Ibnu Katsir, 2007, Cet. II, Hal. 13

[3] Ibnu Athiyyah, Tafsir Ibn ‘Athiyyah(1/278

[4]  Al- Ghozali, IIhya, Ulumid Din (1/161)

[5] Hadits ini diShohihkan oleh al- Hakim  dan Adz- Dzahabi

[6] Al- ‘Ibadah, Dr. Muhhammad Abu al- Fath al- Bayanuni, Hal. 127

[7][7] Pegertian pengertian ini dinyatakan oleh Imam Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim (III/100); dan Ibnu Rojab Al- Hanbali dalam Jami’ul ‘Ulum’ wal Hikam, Hal. 190 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s