Kronologi Wafatnya Rasulullah SAW

 Rasulullah SAW kembali ke Haribaan Ilahi

Oleh : M. Lathifah A, Popi Oktaviani, Indri Yulita

     I.            PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para shahabatnya, serta para kaum muslimin yang memegang teguh syari’at Islam hingga akhir zaman.

Kematian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah musibah terbesar yang menimpa kaum muslimin. Dunia terasa gelap dalam pandangan para Sahabat ra ketika beliau SAW wafat. Anas bin Malik ra berkata:

لَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي دَخَلَ فِيهِ رَسُـولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ؛ أَضَاءَ مِنْهَا كُلُّ شَـيْءٍ، فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ؛ أَظْلَمَ مِنْهَا كُلُّ شَيْءٍ، وَمَا نَفَضْنَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلأَيْدِي -وَإِنَّا لَفِي دَفْنِهِ- حَتَّى أَنْكَرْنَا قُلُوبَنَا.

“ Dihari kedatangan Rasulullah SAW ke madinah segala sesuatu bercahaya, lalu ketika tiba hari wafatnya segala sesuatu menjadi gelap, dan tidaklah kami selesai menepuk-nepukan tangan karena Rasulullah SAW ketika kami menguburnya sehingga kami mengingkari hati kami( tidak menemukan keadaan seperti sebelumnya).

Setelah dakwah benar-benar menjadi sempurna dan islam telah menguasai keadaan , dan islam telah mencapai tingkat tertinggi, turunlah firman Allah yang berbunyi:

pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.( QS. Almaidah : 3)

Ini ciri-ciri pertama  bahwa kepergian Rasul sudah dekat. Begitu beliau haji dan menaklukkan Makkah, kaum musyrikin menyerah, sejumlah musuh menerima kerusulan Muhammad SAW serta mereka mengangkat saksi bahwa Tuhan hanya Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Ciri berikutnya, begitu makkah diambil, masyarakat Arab seakan hidup damai, tak ada persengketaan menonjol, tak ada yang membantah bahwa Muhammad sebagai Rasul Allah, tak ada perampokkan dijalan, tidak ada lagi  bangsa Arab menguburkan anak wanita, orang kulit hitam dengan kulit putih orang quraisy  sudah diakui sama derajatnya.[1]

Manusia pasti pernah merasakan sakit, begitupun dengan Rasulullah SAW.Menurut para ulama pakar sirah Nabi, diketahui bahwa beliau memang pernah menyantap daging kambing beracun pemberian seorang wanita[2] Yahudi di Khaibar[3]. Kemudian paha kambing tersebut berbicara, memberitahu Nabi bahwa ia telah ditaburi racun. Beliau tidak melanjutkan santapannya. Tatkala beliau sakit yang mengantarkannya kepada kematian, beliau bersabda, “Wahai Aisyah, aku masih merasakan sakit akibat makanan yang aku santap di Khaibar. Dan, inilah saatnya aku merasakan urat nadiku terputus karena racun tersebut.( HR. Bukhari)

    II.            PEMBAHASAN

  1. A.    Kronologi wafatnya Rasulullah

Tanda-tanda perpisahan

Pada bulan Ramadhan tahun 10 hijriyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf selama dua puluh hari, yang mana pada tahun-tahun sebelumnnya beliau tidak pernah beri’tikaf kecuali sepuluh hari saja, dan malaikat Jibril membaca dan menyimak bacaan al-Quran beliau sebanyak dua kali (padahal di tahun-tahun sebelumnya hanya satu kali). 

Di awal bulan shafar tahun 11 hijriyah, beliau keluar menuju Uhud, kemudian melakukan shalat untuk para Syuhada’ sebagai (ungkapan) perpisahan bagi orang-orang yang masih hidup dan yang telah mati. Kemudian belaiu beranjak menuju mimbar untuk berpidato, beliau berkata:”Sesungguhnya aku akan mendahaului kalian dan menjadi saksi atas kalian. Demi Allah sesungguhnya aku sekarang benar-benar melihat telagaku, dan telah diberikan kepadaku kunci-kunci perbendaharaan dunia atau kunci-kunci bumi, dan demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengkhawatirkan kalian akan melakukan kasyirikan sepeninggalku nanti, akan tetapi yang aku khawatirkan terhadap kalian adalah kalian berlomba-lomba di dalam merebut kekayaan dunia.”(HR. Bukhari dan Muslim) 

Pada pertengahan suatu malam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuju (kuburan) Baqi’ untuk memohonkan ampunan bagi para penghuninya, Beliau berkata:”Semoga Keselamatan atas kalian, wahai ahli kubur, selamat atas apa yang kalian alami (pada saat ini) sebagaimana yang telah dialami orang-orang sebelumnya. Fitnah-fitnah (berbagai cobaan) telah datang bagai sepotong malam gelap gulita, yang silih berganti, yang datang terakhir lebih buruk dari pada yang sebelumnya.”Kemudian Beliau memberikan kabar gembira kepada mereka dengan mengucapkan:”Sesungguhnya kami akan menyusul kalian

Pada suatu malam pertengahan bulan yang sama beliau pergi ke Baqi’, lalu meminta ampunan untuk orang-orang yang dikubur disana.

Permulaan sakit

Pada tanggagl 29 Shafar tahun 11 , tepat pada hari senin, rasulullah menghadiri proses jenazah di Baqi’ tiba-tiba belaiu merasakan sakit. Beliau sakit selama 13-14 hari, dan tetap shalat bersama-sama selama 11 hari

Pekan terakhir

Sakitnya semakin parah, sampai-sampai bertanya kepada istir nya“ diamna giliran ku besok?“Maka mereka memberikan kepada beliau untuk memilih, akhirnya beliau memutuskan untuk bepindah kerumah Aisyah, belaiu berjalan dan dipapah oleh Al-fadhl bin Abbas dan Ali bin Abu thallib.

Lima hari sebelum Wafat

Pada hari Rabu, tepatnya lima hari sebelum rasulullah SAW wafat, suhu badan beliau semakin tinggi, sehingga beliau semakin demam dan menggigil. Beliau bersabda :“ guyurkan air dari manapun ketubuhku, agar dapat menemui orang-orang dan memberikan nasihat kepada mereka.“

Setelah merasa agak ringan beliau memasuki masjid dengan kepala yang di ikat, hingga duduk diatas mimbar , lalau berpidato dihadapan orang-orang yang duduk dihadapan belaiu. Pada hari ini beliau menyampaikan beberapa wasiat diantaranya, yaitu:

  1. Kutukan Allah dijatuhkan kepada orang –orang Yahudi dan Nashrani karena mereka menjadikan kuburan nabi mereka menjadi masjid.

La’natullahi ‘ala yahudi wan nasaraa ittakhadzuu qubuuru anbiya-ihim masaajidi

”Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.”(HR, Bukhari dan Muwatha’ Imam Malik)

Kemudian beliau berkata:”Janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah.”(Muwatha Imam Malik) 

  1. Dan pada saat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menawarkan dirinya untuk diqishash (menerima balasan) dengan berkata:”Barangsiapa yang pernah aku pukul punggungnya, maka inilah punggungku pukulah ia, dan barangsiapa yang pernah aku lecehkan harga dirinya maka inilah kehormatanku, silahkan membalasanya.” 

Setelah itu beliau turun (dari mimbar) untuk melaksanakan shalat Zhuhur, kemudian duduk di atas mimbar dan mengulangi perkataanya yang pertama, dan yang lainnya. Ada seseorang yang berkata:”Sesungguhnya engkau memiliki hutang kepadaku tiga dirham.”Beliau berkata:”Bayarkan kepadanya (hutangku) wahai Fadhl”.

  1. Lalu beliau berwasiat tentang tentang kaum Anshar:”Aku mewasiatkan kepada kalian tentang kaum Anshar, sesungguhnya mereka adalah kelompokku dan penolongku. Mereka benar-benar telah menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada mereka, dan yang tersisa adalah hak-hak mereka. Maka terimalah kebaikan mereka dan maafkanlah kesalahan mereka.

”Di dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya manusia itu banyak dan kaum Anshar itu sedikit, sehingga mereka bagaikan garam pada makanan. Maka barangsiapa di antara kalian yang memegang tampuk kekuasaan yang di dalamnya ia membahayakan seseorang dan bermanfaat baginya,  maka terimalah kebaikan dan maafkanlah (kekurangan mereka)(HR. Bukhari) 

  1. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya ada seorang hamba yang diminta untuk memilih satu dari dua hal oleh Allah, antara diberikan kepadanya segala macam kemewahan dunia dan kesengannya, atau diberikan kepadanya apa yang ada di sisi-Nya. Maka ia memilih apa yang ada di sisi-Nya.”Abu Sa’id al-Khudri berkata:”Abu Bakar pun menangis, dan berkata (kepada Rasulullah):”Bapak ibu kami sebagai tebusan bagimu,” sehingga kami heran kepadanya. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata:”Lihatlah orang tua ini (Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu)! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan tentang seorang hamba yang diberi oleh Allah kesempatan untuk memilih antara diberikan kepadanya kemewahan dunia atau apa yang ada di sisi-Nya, malah dia (Abu Bakar) mengatakan:”Bapak ibu kami sebagai tebusan bagimu”.Ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu sendirilah orang yang diberi kesempatan memilih, sedangkan Abu Bakar adalah orang yang paling berilmu diantara kami.

Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: 

إِنَّ مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَىَّ فِي صُحْبَتِهِ وَمَالِهِ أَبَا بَكْرٍ، وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلاً غَيْرَ رَبِّي لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ، وَلَكِنْ أُخُوَّةُ الإِسْلاَمِ وَمَوَدَّتُهُ، لاَ يَبْقَيَنَّ فِي الْمَسْجِد ِباب إِلاَّ سُدَّ، إِلاَّ باب أَبِي بَكْرٍ ‏”‏‏.

”Sesungguhnya orang yang paling banyak pemberiaannya dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar, seandainya aku boleh menjadikan khalil (kekasih) selain Rabbku (Allah), niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalilku, hanya saja, yang ada adalah persaudaraan Islam dan kasih sayang karena Islam. Tidak satu pun dari pintu masjid melainkan ditutup, kecuali pintu Abu Bakar”. (HR. Bukhari) 

 

Dua hari atau sehari sebelum wafat

Pada hari sabtu atau Ahad , Rasulullah SAW merasa badannya agak ringan.

Maka dengan diapapah dengan dua orang laki-laki beliau keluar rumah untuk melaksankan shalat dzuhur, sementara pada saat yang sama Abu bakar sedang mengimami orang-orang shalat.

Sehari sebelum wafat

  1. Pada hari ahad Nabi Muhammad memerdekakan para pembantu laki-laki,
  2. mensedekahkan tujuh dinar beliau yang masih menyisa
  3. memberikan senjata milik beliau kepada orang –orang muslim
  4. baju besi beliau digadaikan kepada seorang Yahudi seharga tiga puluh sha’gandum

hari terakhir dari kehidupan Rasulullah

  • anas bin malik meriwayatkan, bahwa tatkala orang-orang muslim sedang melaksanakan shalat subuh pada hari senin, sementara Abu bakar menjadi Imam, beliau hanya menyibak tabir kamar Aisyah dan memandangi mereka yang sedang bershaf-shaf shalat.
  • Rasulullah memanggil Fatimah
  • Rasulullah memanggil hasan dan husen dan memanggil istri-istri beliau.

Detik detik terakhir

  • Kesukaan nabi muhammad SAW diantaranya adalah siwak
  • Aisyah masih sempat mendengar sabda beliau pada saat-saat itu “ Bersama orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka dari para nabi, shiddiq,syuhada dan shalihah. Ya Allah ampunilah dosaku dan rahmatilah aku.pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi ya Allah, Kekasih yang Maha Tinggi. (3x)

Hal ini terjadi pada Hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal 11 H.

B.     Sikap para shahabat

            Sikap Umar Ibnu Khottob

            Setelah mendengar kematian Rasulullah saw, Umar Ibnu Khottob hanya diam mematung. Seperti tak sadar beliau berkata: “Sesungguhnya beberapa orang munafiq bahwa Rasulullah saw akan meninggal dunia. Sesungghnya beliau tidak menginggal dunia, tetapi pergi kehadapan Tuhannya seperti yang dilakukan Musa bin Imran yang pergi dari kaumnya selama empat puluh hari, lalu kembali kepada mereka setelah beliau dianggap meninggal dunia. Maka tangan dan kaki orang yang beranggapan Rasulullah meninggal dunia, hendaknya di potong.

            Sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq

            Dari tempat tinggalnya di dataran tinggi Madinah, Abu Bakr memacu kudanya, lalu masuk kedalam masjid tanpa berbicara denagn siapa pun. Beliau masuk dan menemui Aisyah kemudian mendekati jasad Rasulullah saw yang diselubungi kain hitam. Beliau menyibakkan kain itu lalu kembali, memeluk jasad beliau sambil menangis.

            Kemudian beliau keluar rumah dan melihat Umar yang sedang berbicara di hadapan orang-orang, kemudian beliau berkata: “Duduklah wahai Umar”.

            Umar tidak mau duduk. Lalu orang-orang beralih ke Abu Bakar dan meninggalkan Umar, Abu Bakar berkata: “Barang siapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah menginggal dunia. Tetapi barang siapa diantara kalian yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup dan tidak meninggal. Kemudian Abu Bakar membaca Surat Ali-Imran ayat 144

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul . Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

C.    HIKMAH dan PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL DARI WAFATNYA RASULULLAH SAW

 

  1. Sabar ketika ditimpa musibah  sakit, dan keluargapun harus  besabar menghadapi sisakit.

Tergambar dalam perkataan beliau” Siramkanlah kekepalaku tujuh gayung air yang berasal dari sumur yang berbeda-beda, sehingga aku bisa keluar menemui para sahabat untuk menyampaikan amanat kepada mereka”[4]

2. Ketika Seorang dalam keadaan sakit maka ia masih berkewajiban untuk melaksanakan sholat.

Tergambar dalam pada Hari Rabu 5 hari sebelum Rasulullah saw wafat demam tinggi telah menghampirinya dan membuat beliau tidak sadarkan diri ketika disiram air, beliau sadarkan diri dan bertanya apakah sahabat –sahabat telah shalat belum maka beliau pergi kemasjid untuk melaksanakan shalat Dzuhur.

3. Rasulullah saw Juga manusia biasa maka beliau juga akan meninggal

 

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ  

Sesungguhnya kamu akan mati dan Sesungguhnya mereka akan mati (pula)”( az Zumar:30)

4. Disya’riatkannya  ruqyah[5]

Ketika Nabi saw mengalami  sakit maka beliau meniup dirinnya dengan mu’awwidzat (al ikhlas, falaq ,an naas) dan mengusapkanyadengan tanganya dan mengharap keberkahan dari hal tersebut. Dan jika Rasululllah saw tidak bisa membacaanya  maka ia perintahkan Aisyah untuk membacakanya untuknya.

Beberapa keutamaan Abu Bakar  ra

Sesungguhnya orang yang paling aku percaya dalam persahabatan dan hartanya adalah abu bakar, seandainya aku menjadikan seseorang sebagai kekasihku (khaliku) selain Tuhanku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasihku(khaliku), hanya saja yang ada hanya persaudaraan Islamdan kasih sayang karena Islam. Tidak ada satupun dari pintu masjid yang tidak ditutup kecuali pintu (bagi) Abu Bakar( HR Bukhari)

5. Larangan menjadikan kuburan sebagai Masjid dan termasuk pesan beliau ketika beliau ketika sakit.

“ Semoga  Allah atas orang-orang Yahudi dan Nasrani mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagaimasjid “( Sahih al-Bukhari, 1/62 dan Muwattha Imam Malik) [6]

6. Risalah islam telah  sempurna dengan di tandai wafatnya Rasulullah saw.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.

7. Tidak memaki-maki Penyakit ketika dalam keadaan sakit.

8. Pesan yang  sangat berharga yang ditinggalkan Rasulullah saw  ketika dalam keadaan sakaratul maut  yakni mengajak agar berpegang pada Al qur’an  dan Sunnah.

9. Dalam menjalankan syaria’at agama Islam, kita harus berpegang teguh dan harus sesuai dengan apa yang telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW.

 REFRENSI

Abul Hasan Ali-Hasany An-nadwy., Riwayat Hidup Rasulullah SAW, Surabaya: PT Bina Ilmu Offset, 1989

Abujamin Rohan, Kronologi Syirah Nabawiyyah, Jakarta: Pustaka Emral, 2005

Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri,Sirah Nabawiyyah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2011


[1] Abujamin Roham, Kronologi Syirah Nabawiah, Jakarta: Pustaka Emral, 2005, Hal. 287

[2] Zainab binti Harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pembesar Yahudi

[3] Pada tahun ke 7 H.

[4] Syaikh shafirahman almubarakfuri”perjalanan hidup Rasul yang  Agung Muhammad saw dari kelahiran hingga detik-detik terakhir” Jakarta:Darul Haq hal 694

[5] ibid hal 695

[6] ibid hal 694

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s