kisah kholifah Al-Faruq

BAB I

MUQADDIMAH

Alhamdulillah, syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada uswatun hasanah kita, Rasulullah SAW dan segenap pengiktunya, hingga Hari Akhir kelak.

“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.”(Thaha:14)

Ibnu sa’ad dari Syadad berkata: perkataan yang pertama kali diucapkan oleh Umar bin Khattab saat dia naik mimbar adalah: ” Ya Allah, sesungguhnya saya ini memiliki perangai yang keras, maka haluskanlah perangai saya. Sesungguhnya saya ini adalah mahluk yang lemah, maka kuatkanlah saya. Dan sesungguhnya saya ini adalah orang yang kikir maka jadikanlah hati saya pemurah.”

BAB II

A. KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB (13-23H/634-644M)

a. Biografi Umar bin khattab

Nama : Umar Ibnul Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Rabbah bin Qurth bin Rajah bin Ady bin Ka’ab nin Lu’ay. Biasa dipanggil Abu Hafsh (anak singa). Digelari : al-Faruq (pemisah antara yang haq dan bathil)

Imam An-Nawawi berkata: Umar lahir pada tahun ketiga belas setelah peristiwa tahun gajah.

Ia masuk Islam pada tahun ke enam kenabian, saat itu ia berusia 27 tahun, sebagaimana yang ditulis oleh Imam Adz-Dzahabi. Umar 12 tahun lebih muda dari Nabi, Dia adalah putra Chattab, Ibunja bernama Chatmah. Berasal dari suku Quraisj, tjabang Banu Adi .

Istri dan anak-anaknya Umar

Memilik 12 orang anak, 6 laki-laki dan 6 perempuan:

b. Sifat –Sifat Umar bin Khattab

Imam An-Nawawi berkata: Dia termasuk pendahulu dari orang-orang yang masuk islam, dan sepuluh orang yang dijanjikan Rasulullah untuk masuk surga. Dia salah seorang khulafaur Rasyidin dan sekaligus salah seorang mertua Rasulullah. Umar juga merupakan sahabat terkemuka dan salah seorang yang paling zuhud di dunia.

Dia dikenal sebagai sosok yang keras hati dan kasar serta sosok pemberani, sosok yang terkenal cerdas dan wataknya paling keras dikalangan para pemuda Quraisy. Ia pandai membaca dan menulis. Pada masa jahiliyah, Dia termasuk sosok yang paling mulia dikalangan suku Quraisy karena, ia selalu menjadi utusan dan menjadi duta besar. Ibnu sa’ad meriwayatkan dari Ubaid bin Amir dia berkata: Umar berpostur tinggi jauh melampui umumnya manusia, seakan akan ia sedang menunggangi binatang.

Umar bin Khattab memepunyai keahlian dalam menentukkan hukum, sengat jenius dalam menata lembaga pemerintahan, cerdik dalam mengatur negara yang sudah semkin luas, lihai dalam menghadapi masalah baru yang belum pernah timbul pada masa Rasulullah SAW dan Abu Bakar.

Diantara empat Khalifah, Umar bin Khattab mempunyai kedudukan Istimewa, keistimewaan Umar terletak pada kemampuannya berfikir kreatif. Ke-brilian-an beliu dalam memahami syari’at islam, diakui sendiri oleh Nabi .

Kreativitas Umar bin Khattab mulai tampak ketika ia mengkhawatirkan keutuhan Al-Qur’an karena banyaknya hufadz yang mati syahid. Untuk itu ia mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar untuk membukukan Al-Qur’an yang waktu itu masih merupakan catatan- catatan lepas dan hapalan pribadi-pribadi sahabat. Walaupun sekarang bernama” Mushaf Usmani” tetapi gagasan awalnya berasal dari Umar. Tidak diragukan lagi bahwa keutuhan AL-Qur’an, yang berasal dari gagasan Umar, merupakan wawasan Intelektual Islam yang paling berharga.

B. PROSES MASUK ISLAMNYA UMAR BIN KHATTAB

Sebelum masuk islam, ia adalah yang sangat memusuhi orang-orang islam. Pada tahun keenam dari kerasullan, sejumlah orang islam berangkat menuju Abbesina. kejadian ini membuat darah Umar mendidih. Dia marah dan berpikir dalam hatinya: inilah orang yang memecah belah Rakyat. Bukankah rakyat awal hidupnya tentram, rukun, dan damai? lalu Muhammad SAW muncul dalam peristiwa ini. dia telah merobek-robek adat lama dan memisahkan anak dari ayahnya, saudara dari saudaranya.

“ Suatu hari Umar keluar dengan pedang terhunus, dan dengan niat hendak membunuh Muhammad SAW, dia berlari-lari mencarinya. Ditengah jalan dia berjumpa dengan Seorang laki-laki dari Bani Zuhrah, yang menanyakan kenapa dia tergesa-gesa.

Orang itu bertanya : ” Hendak kemana engkau akan pergi wahai Umar? Mengapa engkau terlihat sangat marah dan pedangmu sangat liar ?”

Dia berkata : “ aku ingin membunuh Muhammad!”

Orang itu berkata : “ Demi Allah sesungguhnya engkau telah terperdaya oleh dirimu sendiri, wahai Umar , apakah tidak sebaiknya engkau kembali kepada keluargamu, lalu engkau luruskan agama mereka?”

Umar : ”keluargaku yang mana?”

Dia menjawab : ” Suami saudara perempuan dan anak laki-laki pamanmu, Sa’id bin Zaid bin Amir dan saudara perempuanmu yaitu Fatimah binti Khattab, Demi Allah sesungguhnya keduanya telah masuk islam dan mengikuti agama Muhammad .”

Kemarahan Umar pun langsung meluap dan dia berkata; ” Apakah keduanya telah melakukan demikian itu? Jika keduanya telah melakukannya, sungguh aku benar-benar akan membunuh keduanya dengan pembunuhan yang sadis.

Kata-kata kawannya itu membelokkan arah kemarahan Umar, lalu dia membelokkan arah jalannya menuju rumah Fatimah. Disana ada Khabbab bin Art dan sa’id suami Fatimah, sedang mengajari Fatimah membaca Al-Qur’an, ketika mendengar suara Umar dimuka, dia bersembunyi dibelakang rumah. Fatimah menjadi terkejut gentar, dengan sigap dia meyembunyikan kitab suci itu, dan berlari kepintu untuk membukanya

” Suara apa yang barusan aku dengar ?” :tanya Umar

”Engkau tidak mendengar sesuatu apapun” : jawab mereka berdua

Aku tahu kalian berdua telah bersekongkol. Kau telah menjadi pemeluk agama Muhammad. Nanti akan kupotong lehermu dengan pedangku ini” kata umar berteriak marah-marah

Iparnya menjawab : “ wahai umar jika kebenaran ternyata berada diluar agamamu!”

Mendengar jawaban ini umar lompat dan mencekik leher iparnya, sambil memaki-maki dan memukuli suaminya Fatimah.

Fatimah datang untuk menolong suaminya. Namun Umar malah menampar muka adiknya dengan keras hingga berdarah.

Tatkala Umar melakukan demikian itu, Fathimah dan suaminya berkata kepadanya; “ benar, sesungguhnya kami telah masuk islam dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka silahkan engkau berbuat sesukamu terhadap kami.

Ketika dia melihat darah yang mengalir pada saudarnya itu, dia menyesali perbuatannya itu, dan menghentikan perbuatan bodohnya itu dan berkata :” Berikan kepada saya kitab yang kalian baca hingga saya juga bisa membacanya.”

Saudaranya berkata: ”tidak mungkin ! karena engkau najis. Dan sesungguhnya tidak ada seorangpun yang berhal menyentuh kitab ini kecuali dalam keadaan bersuci, maka mandilah engkau dan berwudlulah!”

Umarpun langsungpun langsun berdiri dan mandi, kemudiann kitab itu diberikan kepadanya, ketika dia sampai membaca pada surat Thaha hingga pada ayat yang berbunyi :

“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.” ( QS. Thahaa: 14)

Umar berkata :” Alangkah bagus dan Mulianya Firman ini !!

Khabbab bin Art yang mendengar ucapan itu segera keluar, dan berkata: “bergembiralah engkau wahai Umar, saya berharap semoga Do’a Rasulullah pada malam kamis yang lalu adalah untukmu. Saat itu dia berdo’a

اللهم أَعِزَّ لإِ سلاَ مِ بِأَ حَبِّ هَدَينِ الرَّ جُلَيْنِ إِ لَيكَ بِأَ بِى جَهْلٍ أَو بِعُمَرَ بْنِ الخَطَّا ب

“Ya Allah, kuatkanlah islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai, Umarbin Khattab atau Abu jahal bin Hisyam.” ( Hr. At-tirmidzi)

Kemudain Umar bin Khattab berkata: “ Wahai Khabab, tunjukkan aku kepada Mhammad untuk menemuinya sehingga aku masuk islam.

Kemudian Umar bin Khattab keluar dari rumah saudara perempuan menuju rumah yang telah ditunjukkan oleh Khabab bin Arats dimana Rasulullah dan para Shahabatnya bisa ditemui. Kali ini dia menemui beliau bukan untuk memnbunuhnya supaya dakwah Islam menjadi lenyap. Sebaliknya dalam rangka bergabung dengan kelompok yang beriman ini. Maka keislamannya menjadi kejayaan dan kemenangan Islam sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah SAW.

Saat itu Rasulullah sedang berada didalam Rumah, lalu dia keluar dan menemui Umar.

Rasulullah memegang bagian baju Umar dan sarung pedangnya seraya berkata: “jika kamu tidak berhenti melakukan ini wahai Umar, Allah akan menurunkan siksa kepadamu sebagaimana yang Allah turunkan kepada Al-Walid bin Al-Mughirah.’

Umar berkata:

اشهد الا اله الا الله و اشهد ان محمد ر سو ل لله

Orang-orang yang berada ditempat itu segera bertakbir dan didengar oleh semua penduduk Makkah

Tatkala dia mengatakan keislamnnya islam semakin kokoh dikota Makkah dan kaum muslimin bersuka cita dengan keislamannya.

Ibnu Majjah dan al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: Tatkala Umar bin khattab masuk islam. Jibril datang menemui Rsulullah dan berkata: ” Wahai Muhammad, para penduduk langit sangat bersuka cita dengan masukyna islamnya Umar.”

Imam Bukhari dan Ibnu Mas’ud : kita menjadi mulia setelah Umar masuk islam.

Ibnu Sa’ad dan Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata:

”Islamnya Umar adalah sebuah kemenangan besar, sedangkan hijrahnya adalah kemenangan, kepemimpinannya adalah Rahmat. saya telah melihat sendiri bagaimana kami tidak mampu melakukan shalat di Baitullah sebelum Umar menyatakan keislamannya. Tatkala Umar masuk islam. dia menyatakan perang kepada mereka, sehingga mereka membiarkan kami melakukan shalat dengan bebas.”

C. PROSES TERPILIHNYA UMAR BIN KHTTAB MENJADI KHALIFAH

Tatkala Abu Bakar merasa kematiannya telah dekat dan sakitnya semakin parah, ia meminta pertimbangan para sahabat, diantaranya Abdurrahman bin ‘Auf, Ustman, Sa’id bin Zaid, Usaid bin Al-Hudhair dan yang lain dari kalangan Muhajirin dan Anshar.

Al-Waqidi meriwayatkan dari berbagai jalur periwayatan, sebagian sahabat datang menemuinya. Diantara mereka ada yang berkata: “Apa yang engkau katakan kepada Tuhanmu jika kau ditanya tentang keputusanmu menjadikan Umar sebagai penggantimu padahal engkau tahu bagaiman sikap dia yang sangat keras?” Abu Bakar berkata: “Demi Allah apakah engkau menakut-nakuti ku? Saya akan katakan: ‘Saya telah memutuskan Orang yang menggantikan ku untuk menjadi khalifah atas kaum muslimin adalah orang yang paling baik dari hamba-Mu. Sampaikan apa yang saya katakan ini kepada orang-orang dibelakangmu.”

Kemudian Ustman berkata: “Tulislah Bissmillahirrohmanirrohim, inilah apa yang telah diwasiatkan oleh Abu Bakar bin Abu Quhafah di akhir hidupnya di dunia saat akan keluar darinya, dan awal hidupnya diambang akhirat. Dimana orang-orang kafir telah beriman, orang-orang durhaka telah yakin dan orang yang menyatakan dusta telah membenarkan. Sesungguhnya saya telah menetapkan Umar sebagai khalifah atas kalian setelah saya meninggal. Maka dengar dan taatilah ia. Saya telah melakukan yang terbaik terhadap Allah, Rasul dan agamanya dan kepada kalian serta saya sendiri. Maka jika ia berlaku adil itulah yang saya harapkan dan yang saya ketahui tentangnya. Namun jika ia berubah, maka setiap orang akan menanggung apa yang dia lakukan. Sedangkan saya menginginkan hal yang baik, namun saya tidak tahu hal yang ghaib. Dan orang-orang yang melakukan kedzaliman akan tahu kemana mereka akan dikembalikan. Wassalamualaikum Wr.Wb.”

Kemudian ia menyuruh Ustman untuk menuliskannya dan menstempelnya lalu menyuruhnya keluar dengan membawa kertas wasiat tersebut. Kemudian orang-orang yang hadir ditempat itu membaiatnya dan mereka sama-sama lega dan rela terhadap Abu Bakar juga Umar bin Khattab.

• Tentang kekhalifahannya

Dia memulai memangku kekhalifahannya pada bulan Jumadil Akhir tahun tiga belas Hijriyah. Az-Zuhri berkata : Umar menjadi Khalifah dihari meninggalnya Abu Bakar. Yakni pada hari selasa tanggal dua puluh jumadil akhir. ( HR. Al-Hakim). Dia menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, serta terjadi banyak penaklukan ( pembukaan ) wilayah-wilayah.

Contoh kisah kepemimpinan Umar bin Khatab

Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggung jawabnya yang sangat luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya.

Beberapa kisahnya :

Suatu malam, Abdurrahman bin Auf dipanggil oleh Khalifah Umar diajak pergi ke pinggir kota Madinah. “Malam ini akan ada rombongan kafilah akan bermalam di pinggir kota” , kata Khalifah Umar kepada Abdurrahman bin Auf. “Lalu apa masalahnya?” tanya Abdurrahman. “Kafilah ini membawa barang dagangan yang banyak, maka kita sebaiknya ikut menjaga keselamatan barang dari gangguan tangan-tangan usil. Jadi nanti malam kita sarna-sama harus mengawal mereka”, sahut Khalifah. Abdurahman dengan senang hati membantu dan siap mengorbankan jiwa raganya menemani tugas khalifah yang ia cintai ini. Sedemikian sang khalifah menjalankan tugasnya, turun tangan langsung untuk memastikan rakyatnya tidur dan hidup dengan tenang. Bahkan malam itu khalifah Umar mendesak Abdurahman untuk tidur sambil siaga sementara ia sendiri tetap terjaga hingga pagi hari.

Khalifah Umar bin Khattab memang dikenal sebagai pemimpin yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik secara diam-diam. Orang yangditolongnya sering tidak tahu bahwa penolongnya adalah khalifah yang sangat mereka cintai.

Pernah suatu malam, Auza’iy ‘memergoki’ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza’iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumah mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut. Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tidak lain adalah khalifah yang sangat ia kagumi selama ini.

Suatu malam lain, ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah kemah yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan. Di sampingnya, duduk suaminya yang nampak bingung. Maka pulanglah sang Khalifah dan mengajak isterinya “Ummu Kalsum” untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolong dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka kagumi.

Kisah lainnya, ketika Khalifah sedang “ronda” mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah kumuh. Dari jendela ia mendengar, sang ibu sedang berusaha menenangkan anaknya. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan, sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu. Sang ibupun berusaha menenangkan sang anak dengan berpura-pura merebus sesuatu yang tak lain adalah batu, agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil merebus batu dan tanpa mengetahui kehadiran Khalifah Umar, sang ibupun bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah negeri ini dibanding hidupnya yang serba susah. Khalifah Umar yang mendengar tidak dapat menahan tangisnya, iapun pergi saat itu juga meninggalkan rumah itu. Malam itu juga ia menuju ke gudang makanan yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan itu. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu dan tidak mengizinkan seorang pegawainya yang menemaninya untuk membantunya. Ia sendiri pula yang memasak makanan itu, kemudian menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur sang anak hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang. Keluarga itu tidak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka mal am itu adalah khalifah Umar bin Khatab !.

Masya Allah!! “Bukan main” dan Bukan main-main !! Tentu kita semua rindu adanya pemimpin-pemimpin Indonesia di semua lini yang seperti di atas; seperti Umar bin Khattab yang FARUQ .

D. TANTANGAN DAN SOLUSI YANG DIHADAPI

Ibnu sa’ad meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Umar bin Khattab jika membutuhkan sesuatu, ia datang ke Baitul Mal untuk meminjam. Mungkin saja ia kesulitan untuk membayar sehingga terpaksa penjaga Baitul Mal memintanya untuk membayarnya. Umar meminta agar utangnya ini dibayar dari gajinya. Maka ketika masa bayarannya tiba, ia membayar utangnya tadi.

Diriwayatkan dari Ibnu Juraij: ia berkata seseorang yang saya percayai berkata: tatkala Umar sedang berkeliling kota Madinah ia mendengar seseorang wanita melantunkan syair:

“Malam ini begitu panjang dan dinding-dindingnya gelap gulita

Membuatku terenyuh tak ada teman bercumbu

Andaikata bukan rasa takutku kepada Allah semata

Niscaya akan bergoyang dinding-dinding ranjangku ini”

Umar mendatangi wanita itu dan berkata: “Apa yang terjadi padamu?

Wanita itu menjawab: “kau telah menjadikan suamiku seorang duda selama beberapa bulan aku kini merindukannya.”

Kemudian Umar datng menemui anaknya Hafhsah dan ia berkata: “berapa lama seoranng wanita mampu menahan rindu pada suaminya?”

Hafshah menundukkan kepalanya karena ia malu ditanya soal ini. Umar berkata: “sesungguhnya Allah tidak malu mengatakan yang benar.” Hafshah kemudian memberi isyarat tiga bulan, jika tidak, empat bulan.

Solusi : Kemudian Umar memerintahkan agar tentara yang dikirim ke medan perang tidak boleh tinggal lebih dari tiga hingga empat bulan di medan perang.

E. PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ISLAM DALAM PENGELOLAAN PEMERINTAHAN

1) Khalifah Umar adalah orang yang pertama kali menggelari dirinya Amirul Mukminin.

2) Orang pertama yang membentuk kantor kementrian.

3) Orang pertama yang membuat penaggalan Islam dengan menjadikan awal hijrah Rasul sebagai awalnya.

4) Umar melakukan perluasan Masjidil Haram.

F. PENCAPAIAN ISLAM DALAM PENAKLUKAN-PENAKLUKAN

1. Penaklukan kawasan utara

Menuju wilayah Syria dipimpin oleh Abu Ubaidah

2. Penaklukan kawasan Barat (Negri-negri Syam)

o Perang Yarmuk (14 H/635M)

o Penaklukan Damaskus dan kota lainnya di Syam.

o Pembukaan baitul maqdis.

o Penaklukan wilayah pantai Syam.

o Penaklukan Mesir (20H/640M) Di bawah pimpinan Amr ibn al-’Ash

o Penaklukan Libya.

3. Penaklukan Kawasan Timur (Persia)

 Perang Namariq (13H/634M)

 Perang Jisr (Sya’ban, 13H/634M)

 Perang Buwaib (Ramadhan, 13H/634M)

 Perang Qudhishiyah Kubra (14H/635M)

 Penaklukan ibu kota Persia dan Penaklukan kekaisarannya.

 Penakukan Maidan (Shafar, 16H/637M)

 Penaklukan Jalawla’.

 Penaklukan Athathar.

 Penaklukan Nahawand: penaklukan dari penaklukan yang sebenarnya (21H/641M)

 Ke bagian Irak dibawah pimpinan Surahbil bin Hasanah

 Penaklukan ke berbagai wilayah Persia oleh pasukan Islam (22-23H/642-643M)

G. KEUTAMAAN UMAR BIN KHATTAB DIHADAPAN RASULULLAH SAW

1. Sahabat yang diberi keistimewaan dengan do’a Nabi.

Imam Tirnidzi meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah berdo’a:

اللهم أَعِزَّ لإِ سلاَ مِ بِأَ حَبِّ هَدَينِ الرَّ جُلَيْنِ إِ لَيكَ بِأَ بِى جَهْلٍ أَو بِعُمَرَ بْنِ الخَطَّا ب

“Ya Allah muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang Engkau cintai, Umar bin Khattab atau Umar bin Hisyam.” ( hadits serupa diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Ibnu mas’ud dan ).

Khabab berkata: sesungguhnya saya mendengar RAsulullah berdoa: “Ya Allah, Kuatkanlah Islam dengan salah satu dari dua Umar.” ( Umar bin Khattab atau Umar bin Hisyam = Abu Jahal).

2. Sahabat yang melakukan hijrah secara terang-terangan.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ali ia berkata; “Saya tidak mengenal seorangpun yang melakukan hijrah kecuali ia akan melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi kecuali Umar bin Khattab.”

Umar berkata: “Wahai wajah yang tidak bersinar, barang siapa yang mau ibunya kehilangan anaknya, dan anak yatim atau istri-istrinnya menjadi janda, temuilah aku di belakang lembah ini.” Namun tidak seorang pun yang menemuinya.

3. Sahabat yang mengikuti semua medan jihad bersama Rasulullah.

4. Umar merupakan salah satu sahabat yang dimintai pertimbangan-pertimbangan oleh Rasulullah Saw.

5. Sahabat yang perkataanya langsung direspon oleh Allah SWT.

 Tentang menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, lalu turun firman Allah:

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (Al-Baqarah: 125)

 Tentang usul Umar agar istri-istri Nabi memakai hijab, maka turunlah ayat hijab.

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al- Ahzaab : 59)”

 Tentang tawanan perang, Abu Bakar mengusulkan agar mereka membayar tebusan, Nabi menyetujui usul tersebut, semetara Umar mengusulkan agar semua tawanan dibunuh, kemudian turun firman Allah:

“Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfaal:67)

 Tentang minuman keras, (Qs 2:219).

 Tentang mensholati kaum munafiq (Abdullah bin Ubay), (Qs At-Taubah : 48).

 Tentang hadistul ifki , izin meminta masuk, dan lainnya. sebagian ulama mengatakan bahwa hal demikian itu lebih dari dua puluh.

6. Sahabat yang mendapat salam dari Jilbril melalui Rasulullah.

Imam Ath-Thabrani dalam kitabnya Al-Awsath, meriwayatkan dari Ibnu Abbas dia berkata, Rasulullah bersabda:

“Jibril datang menemui saya, kemudian bekata: ‘Sampaikan salam kepadanya. Beritahukan kepadanya bahwa kemarahannya adalah kekuatan dan kerelaanya adalah hukum.”

H. WAFATNYA UMAR BIN KHATTAB

Ia meninggal akibat tusukan yang dilakukan oleh Abu Lu’luah al- Majusi seorang mantan budak Persia. Umar ditusuk dengan pisau beracun. Sebelum meninggal ia berwasiat kepada enam sahabat yang dijamin masuk syurga agar memilih salah seorang diantara mereka untuk menjadi Khalifah, yaitu Utsman bin Affan, Ali, Thalhah, Zubair, Abdur Rahman bin Auf, dan Sa’ad bn Abi Waqash.

Umar wafat pada bulan Dzulhijjah 23H/643M dan memerintah selama sepuluh tahun lamanya.

Ibnu Abi Dunnya meriwayatkan dari Yahya bin Abi Rasyad Al-Bashri dia berkata: Umar berkata kepada seorang Anaknya: “Sederhanalah kalian dalam mengkafaniku, karna sesungguhnya jika saya memiliki kebaikan disisi Allah, Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik dari itu. Namun jika saya tidak demikian, Dia akan mencabutnya dari ku. Dan sederhanakanlah kuburanku sebab jika saya memiliki kebaikan disisi Allah, maka Dia akan luaskan kuburanku sejauh mata memandang. Sedangkan jika saya tidak demikian, maka Allah akan menyempitkan kuburanku hingga menjepit tulang rusuk-rusukku. Dan janganlah ada seorang perempuanpun yang mengantarkan jenazahku, dan jangan pula kau memujiku dengan apa yang tidak ada pada ku. Debab Allah lebih tahu tantang apa yang ada dalam diriku. Jika kalian keluar menganarkan jenazahku, maka bersegeralah dalam berjalan, sebab jika saya memiliki kebaikan, maka kalian semua akan segera menyampaikanku kepada Dzat yang lebih baik dari kalian. Dan jika tidak, maka berarti kalian telah terlepas dari beban yang kalian bawa.”

I. KARAKTERISTIK PEMERINTAHAN UMAR BIN KHATTAB

• Umar bin Khattab memerintah dengan sangat tegas

• Pada masa pemerintahannya sudah tersebar keberbagai wilayah

• Adanya penyusunan Organisasi negara, diantaranya:

1. Organisasi Politik

a. Al-Khilafaat ( kepala Negara)

b. Al-Wizaarat( sama dengan mentri pada zaman sekarang)

c. Al-Kitaabah ( Sekretaris Negara)

2. Administrasi Negara

a. Diwan –diwan ( departemen-departemen )

– Diwan al-Jundiy( Diwan al-Harby = Badan pertahanan keamanan)

– Diwan al-Kharaj ( Diwan al-maaly/ Bait al-Maal)

– Diwan al-Qudhat ( Departemen kehakiman)

b. Al-imarah ‘ala al-buldan ( Administrasi Pemerintahan dalam negri)

1. Negara dibagi menjadi beberapa provinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur (amil)

2. Al-Barid ( perhubungan, kuda pos)

3. Al-Syurthah ( polisi penjagaan keamanan Negara)

• Mengembangkan Ilmu

– Dalam hal mengembangkan ilmu khalifah Umar bin Khattab memerintahkan untuk membuat tata bahasa Arab agar mereka terhindar dalam membaca Al-Qur’an dan Hadist.

Ali bi Abi Thaliblah pembangun pertama dasar-dasar Ilmu nahwu yang selanjutnya disempurnakan oleh Abu al-Aswad al-Duwaly. Selain itu juga perlu dalam hal menafsirkan ayat Al-Qur’an sehingga mereka terhindar dari kesalahan dan memahami. Maka dibentuklah tim yang terdiri dari : Ali bin Abi Thalib, Abdullah ibn Abbas, Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab Abdullah bin Mas’ud ( mereka ini dianggap sebagai Mufassir pertama dalam Islam)

– Untuk kepentingan pengajaran di luar Jazirah Arab, dikirim guru-guru yang terdiri dari sahabat ahli ilmu, yaitu: Abdullah bin Mas’ud pergi ke Kuffah, Abu Musa al-Asy’ari dan Anas bin Malik pergi ke Basrah. Muadz, Ubadah, Abu Darda pergi ke Syam, Abdullah bin Amr bin Ash dikirim ke Mesir.

BAB III

PENUTUP

“Ya Allah, jadikanlah kebaikan sebagai akhir dari semua urusan kami, dan selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan siksa akhirat.”

“Ya Tuhan kami, terimalah permohonan kami, sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi maha mengetahui, wahai Dzat yang maha hidup, yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Demikinlah pemaparan tentang sosok Khalifah Umar bin Khattab al Faruq mudah-mudahan kita dapat mengambil Ibrahnya dari kisahnya, belajar sejarah bukan hanya membacanya saja tapi bagaimna kita belajar sejarah itu untuk diterapkan pada masa sekarang.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah Umar Bin Khattab adalah :

• Katakanlah kebenaran itu adalah kebenaran dan kebatilan itu adalah batil

• Jadilah mujahid yang tangguh

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Fazl, Umar Chalifah kedua, Jakarta: Sinar Hudaya, 1971

Al-Istambuli,Mahmud Mahdi dan Musthafa Abu An-Nashr Asy-Syalabi, Sirah Shahabiyyah kisah para Shahabat Wanita, Pekalongan: Maktabah salafy Press, 2006

Al-Mubarakfury,Shafiyyurrahman, Sirah Nabawiyah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010.

Al-Usairy, Ahmad, Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam hingga Abad XX,Jakarta: Akbar Media Eka Sarana, 2006.

Husain Haikal, Muhammad Abu Bakr As-Siddiq, Jakarta: Litera AntarNusa, 1995.

Imam As-Suyuthi, Tarikh Khulafa’, Jakarta Timur: Pustaka Al- Kautsar, 2010.

Sa’id Mursi, Muhammad, Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2008.

Sunanto, Musyarifah, Sejarah Islam Klasik, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007,

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s